Daerah  

Cegah Kenaikan Harga Komoditas di Butur, TPID Sultra Gelar Rakoor Bersama

Yus Asman

BUTON UTARA, SiberSultra.id – Bupati Buton Utara (Butur) Muhammad Ridwan Zakariah memimpin Rapat Koordinasi (Rakoor) antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi tenggara (Sultra) dan Kabupaten Butur bertempat di Aula Kantor Sekretariat daerah Butur. Jum’at (31/03/2023).

Kegiatan tersebut Gubernur Sultra diwakili Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan selaku Wakil ketua TPID Provinsi Sultra Yuni Nurmalawati mengikuti Rakoor di Kabupaten Butur.

Turut mendampingi Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan yakni Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sultra, Kepala Perum Bulog Divisi Regional Provinsi Sultra dan sejumlah Dinas, Badan dan Kantor lingkup Pemprov Sultra.

Rakoor yang dipimpin Bupati Buton Utara Muhammad Ridwan Zakariah didampingi Wakil Bupati Butur Ahali, Sekertaris Daerah Kabupaten Butur Muhammad Hardhy Muslim, dan diikuti oleh Dinas, Badan dan Kantor lingkup Butur yang tergabung dalam TPID.

BACA JUGA:  Peringati HUT ke 16, PPWI Kalsel Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Buka Gerai UKM

Bupati Butur Muhammad Ridwan Zakariah menyambut baik respon Pemprov Sultra telah menunjuk TPID Provinsi untuk hadir di Butur dalam hal mengantisipasi perkembangan harga yang sedang mangalami kenaikan.

Selanjutnya, TPID Butur juga sebelumnya suda melakukan upaya-upaya termasuk operasi pasar dipimpin oleh Wakil Bupati Ahali, dengan melibatkan TNI Polri guna mencegah kenaikan harga dan spekulan para distributor dalam memanfaatkan kelangkaan komoditas.

Dalam kesempatan itu Ridwan Zakariah berharap semoga rapat TPID Provinsi dan Kabupaten ada solusi yang dapat menyelesaikan persoalan kenaikan harga komoditas.

Sebab, ada beberapa hal yang mempengaruhi Penyebab perubahan harga bahan pokok. Diantaranya, Produsen beras lokal di Buton Utara belum mencukupi kebutuhan masyarakat dan masi ditunjang oleh Beras yang didatangkan dari luar daerah.

BACA JUGA:  Kapolri: Lagu Polisi Jagoanku Jadi Penyemangat Mengabdi Lebih Baik Lagi

“Selanjutnya, perubahan harga juga dipengaruhi oleh Infrastruktur. Diketahui jalur distribusi pasokan komoditas yang disuplai dari luar Butur mengalami keterlambatan,”ucap Bupati Butur

Sementara itu, Wakil ketua TPID Provinsi, Asisten Administrasi Perekonomian Dan Pembangunan Provinsi Yuni Nurmalawati menjelaskan Kehadiran TPID Provinsi Sultra di Kabupaten Butur dalam rangka menyikapi perkembangan harga yang berdampak pada inflasi.

Menurutnya, kondisi inflasi daerah khususnya di Kabupaten Butur beberapa hari yang lalu menunjukan grafik lonjatan cukup signifikan

Oleh karena itu, pada kesempatan ini Pemprov Sultra dan Pemkab Butur bersama TPID Sultra dan Kabupaten Butur menempuh langkah teknis dalam menanggapi persoalan tersebut melalui kegiatan pasar murah.

Harapannya,TPID Kabupaten menginteskan rapat evaluasi perkembangan harga dan membangun komunikasi intensif bersama TPID Provinsi.

BACA JUGA:  Lantik 39 Kades Terpilih, Bupati Butur Ridwan Zakariah Tekankan Delapan Hal Yang Perlu di Perhatikan

Untuk pasar murah, Pihaknya bersama TPID Kabupaten telah menghadirkan sejumlah komoditi stok bahan pokok, diantaranya yakni, beras Bulog 15 ton, telur 600 rak, minyak bimoli, bawang merah 600 kg, bawang putih 600 kg, dan gula pasir 3,5 ton.

Laporan: Redaksi

Total Views: 285 ,

Comment