Dalam Rangka Intervensi Percepatan Penanggulangan Stunting, Pemkab Butur Gelar Rembuk Stunting 

Yus Asman

SIBERSULTRA.ID, BUTON UTARA – Bupati Kabupaten Buton Utara ( Butur) Muh. Ridwan Zakariah memimpin kegiatan Rembuk Stunting tahun 2022 yang dilaksanakan di Aula Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). Jum’at (29/7/2022).

 

Hal itu dilakukan Sebagai bentuk komitmen dalam rangka intervensi percepatan penanggulangan stunting sebagai mana diamanahkan oleh Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Dalam Sambutanya, Muh Ridwan Zakariah Mengungkapkan, Generasi penerus harus sehat, cerdas, kreatif, dan produktif.

Menurutnya, Jika anak-anak terlahir sehat tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas, maka mereka akan menjadi generasi cemerlang dan ikut menunjang kesuksesan pembangunan bangsa.

Ketgam:Pemerintah Daerah kabupaten Butur menggelar Rembuk Stanting yang dipimpin langsung oleh Bupati Butur Dr.H.Muh. Ridwan Zakariah,M.Si (tengah) tepatnya di aula Kantor Bappeda.Jum’at (29/7/2022).

Sebaliknya, jika anak-anak terlahir dan tumbuh dalam situasi kekurangan gizi kronis atau biasa disebut stunting. Sudah pasti mereka akan mengalami gangguan pertumbuhan.

BACA JUGA:  Partai Gerindra Sultra Dinilai Krisis Kader Pemimpin Oleh Pengamat Politik, Ardan Setyadi Angkat Bicara

“Seperti lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir, sehingga berdampak buruk terhadap masa depan anak dan bangsa,” Kata Ridwan Zakariah

Jika melihat data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka Stunting Kabupaten Butur masih tergolong tinggi yaitu sebesar 26.8 Persen, Sekalipun Butur berada lebih rendah.

“Dibandingkan Provinsi Sultra sebesar 30.2 persen, Butur masih diatas nasional yang telah mencapai 24.4 persen,” tuturnya

Dari data tersebut menjadi tantangan Khususnya Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Butur dalam memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting. Dalam upaya mendukung target pencapaian nasional menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

BACA JUGA:  Hear Of Hope Butur Kembali Membagikan 100 Paket Sembako, Camat Kulisusu Beri Apresiasi 
Ketgam: Bupati Buton Utara, Dr.H.Muh Ridwan Zakariah,M.Si (tengah) foto bersama usai memberikan penghargaan Kepala Desa Eelahaji, Lanoipi dan Desa Tatombuli atas alokasi dana desa terbesar untuk penanganan stunting.

Menurut Ridwan, Permasalahan yang kompleks penanganannya harus terpadu lintas OPD. Salah satunya melalui forum rembuk stunting rencana aksi ketiga dari 8 rencana aksi yang akan dilaksanakan tahun 2022 ini.

Ketgam:Pemerintah Daerah kabupaten Butur menggelar Rembuk Stanting yang dipimpin langsung oleh Bupati Butur Dr.H.Muh. Ridwan Zakariah,M.Si.

Lebih Lanjut, Bupati Dua periode Ini mejelaskan ,penyebab stunting dipengaruhi oleh banyak faktor.

Diantaranya, Mulai dari rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, serta buruknya keragaman pangan dan keterpenuhan air bersih.

BACA JUGA:  Konsulat Jenderal Amerika Serikat Kunjungi Kadin Sultra

 

“Termasuk seorang ibu dalam pola asuh yang kurang baik, terutama pada perilaku dan praktik pemberian makanan, bahkan di masa Laktasi,” pungkasnya

Kata dia, Kalau faktor penyebab ini diabaikan, maka tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan otak anak.

Maka dari itu, ia menegaskan, kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah. Baik yang masuk lokus stunting maupun tidak, Agar setiap calon pengantin diwajibkan melakukan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan sebagai  syarat penting yang tidak boleh dilewati.

Terakhir, dirinya mengungkapkan Pemkab Butur dalam perencanaan di tahun 2023 mendatang, program penanganan stunting menjadi salah satu program strategis yang harus diperhatikan dan di perioritaskan.

 

Laporan: redaksi

Total Views: 800 ,

Comment