News  

Demi Kepentingan Masyarakat Banyak, Pemilik Lahan Harap Pembangunan Pagar Pasar Mina-Minanga Dibuatkan Pintu Akses

Yus Asman
Ketgam: Muhdar saat mengecek Lahannya yang bertempat di pasar Mina-minanga.

SIBERSULTRA.ID, BUTON UTARA – Salah seorang warga Desa Banu-Banua Jaya, Kecamatan Kulisusu, Buton Utara (Butur) Muhdar (61) mengeluhkan tanahnya diduga diserobot oleh pemerintah daerah (Pemdah) Butur dalam pekerjaan proyek pagar pasar Mina-minanga.

Pasalnya, pihak terkait tidak pernah melakukan konsultasi kepada pemilik tanah sebelum membangun pagar pasar sentral Mina-minanga, yang dimana sebagian pekerjaan pagar itu masuk kelahan warga atas nama Muhdar.

“Awalnya saya tidak pernah persoalkan adanya penyerobotan lahan itu, tetapi yang membuat saya kecewa pembuatan pekerjaan proyek pagar pasar yang dibangun dilahan itu, saya hanya minta agar tidak ditutup keseluruhan, hanya meminta dibuatkan pintu 1.5 meter supaya Masyarakat bisa masuk melalui itu, karena diluar pagar mempunyai sumur yang biasa digunakan oleh pedagang,” kata Muhdar kepada awak media saat di temui dikediamannya di desa banu-banuajaya, kecamatan Kulisusu. Rabu (23/11/2022).

BACA JUGA:  Breaking News: Muna Barat Diguncang Gempa Magnitudo 4,1 SR

Selaku pemilik lahan ia mengatakan diluar pagar tersebut mempunyai sumur yang biasa di pakai oleh pedagang, jika pagar sentral di tutup keseluruhan tanpa di buatkan pintu atau akses masuk sebelah timur tersebut maka akan susah masyarakat untuk mengambil air disumur itu.

“Sebelumnya pembangunan mesjid dipasar itu masuk dilahan saya tetapi saya ikhlas tanpa ada syarat untuk menghibahkan atau jadikan persoalan karena untuk kepentingan orang banyak,” ucapnya.

BACA JUGA:  Rayakan HUT Supriyadi ke 50 di Perkumpulan Batak, Agus Flores : Ini Tempat Mangkal Saya

Maka dari itu dirinya meminta kepada Bupati Butur Ridwan Zakariah untuk memerintahkan kepala dinas Perindag agar dalam pekerjaan proyek pagar pasar Mina-minanga dibuatkan pintu untuk akses masuk masyarakat terutama pedagang yang ada di pasar.

“Saya sudah berupaya untuk menemui Bupati tetapi sampai hari ini saya belum ketemu beliau untuk mempertanyakan sebagian pekerjaan dipasar tersebut masuk di lahan saya, apakah saya tidak berhak untuk mempertahankan sertifikat saya ini,” tanyanya.

ia juga sangat mengharapkan mendapatkan kebijakan dari pemerintah agar apa yang di inginkan dapat dipenuhi .

“Sumur diluar pagar itu di gunakan masyarakat, biasa dipakai untuk berwudhu, maka dari saya hanya minta pemerintah berikan kebijakan karena ini bukan persoalan kepetingan pirbadi, tetapi terkait kepentingan orang banyak,” harapnya.

BACA JUGA:  Diduga Langgar Kode Etik, Ketua Lembaga Poros Muda Sultra Desak Timsel Jangan Loloskan Eks Komisioner KPU Konsel

 

Laporan: Redaksi.

Total Views: 423 ,

Comment