Diduga Kongkalikong Pada Proses Tender, Kepala UKPBJ Wakatobi Dilaporkan Ke Kajari

Yus Asman

SiberSultra.id, Wakatobi – Diduga terjadi Kongkalikong Pada Proses Tender Proyek Pemerintah, Pemerhati Konstruksi Adianto mendatangi Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Wakatobi.Rabu (29/6/2022).

Diketahui Kedatanganya Tersebut untuk Melaporkan Kepala Dinas (Kadis) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) beserta PPK dan juga Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Wakatobi.

Adianto Mengatakan, pihaknya melayangkan laporan tersebut karna menilai dalam proses tender yang dilakukan oleh UKPBJ Kabupaten Wakatobi di sinyalir bekerja secara insprosedural dan sarat akan pemufakatan jahat pada beberapa paket pengadaan Barang dan Jasa pemerintah

“diantaranya pada proyek, Rehabilitasi Ruang Kelas dengan tingkat kerusakan Minimal beserta Perabotnya DAK 2022 Sekolah Dasar (SD) Liya One Melangkah Tahun Anggaran 2022 dengan Nilai pagu Rp, 349.692.000 dan Penataan Halaman Parkir dan Taman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan Nilai Pagu Rp,744.222.500,”ungkapnya

BACA JUGA:  Ajak Masyarakat Tidak Golput, Satgas DPD IPK Sumut Gelar Deklarasi Pemilu Damai 2024

Pemerhati Konstruksi Adianto mengungkapkan Kepala UKPBJ dan PPK terindikasi sengaja menyetujui Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan, yang dimana RAB tersebut terindikasi terjadi Mark Up anggaran di dalamnya

“Kepala UKPBJ Wakatobi diduga Kongkalikong dengan pemenang Kegiatan dalam hal sengaja memenangkannya Dalam Proses Tender atas arahan salah satu Tim Sukses Kemenangan Bupati Wakatobi H.Haliana Pada Pilkada Lalu,”tuturnya

“Kepala UKPBJ terkesan Ambiguitas dalam menangani Paket Proyek, hal ini dibuktikan karena perubahan Jadwal evaluasi sistem pengadaan barang dan jasa yang semena-mena dilakukan perubahan, akibat arahan salah satu tim sukses Pemenangan Bupati Wakatobi,” tambahnya

BACA JUGA:  Viral..!! Gegara Isi Sempak Oknum Tokoh Adat Buay Beliuk Negeri Tua, Ketum PPWI Dituntut 10 Bulan Penjara

Dikatakannya, UKPBJ wakatobi terkesan melakukan pungutan liar dimana melakukan pungutan dalam pembuatan kontrak pengadaan barang dan jasa

“Kepala UKPBJ terkesan melakukan pungutan Liar di luar SOP Pengadaan Barang dan Jasa dimana melakukan pungutan Uang Kontrak” terangnya

Selain itu Adianto mempertanyakan Kurangnya pengawasan Aparat pengawasan Internal Pemerintah (APIP) Dalam hal ini inspektorat Kabupaten Wakatobi pada seluruh pengadaan Barang dan Jasa yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Wakatobi

“APIP Terkesan Kongkalikong kepada UKPBJ dalam setiap proses lelang barang dan jasa, terbukti kurangnya pengawasan dan audit internal pemerintah kepada seluruh proses pengadaan barang dan jasa” ujarnya

Atas hal tersebut pihaknya Meminta Kajari Wakatobi untuk memanggil dan memeriksa kepala UKPBJ dan unit Kerja Pokja agar meminta dan mengevaluasi dokumen lelang secara menyeluruh

BACA JUGA:  Hadiri Peresmian Masjid Utsman Bin Affan, Ini Harapan Asisten Pemerintahan dan Kesra

” Kami Mendesak Kepala Kajari Wakatobi segera memanggil kepala UKPBJ untuk melakukan pembuktian klarifikasi semua peserta tender di kejaksaan negeri Wakatobi sebagai bentuk transparansi dan Akuntabel proses pengadaan barang dan jasa,”tegasnya

 

Laporan : Mardin

Total Views: 534 ,

Comment