Diduga “Masuk Angin” Kasus Penyelewengan Dana UP, Kejati Sultra Diminta Evaluasi Kinerja Kejari Muna

Yus Asman

BUTON UTARA, Sibersultra.id – Dewan pimpinan cabang (DPC) LSM Trinusa Kabupaten Buton utara (Butur) minta kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi tenggara (Sultra), evaluasi kinerja Kejaksaan negeri (Kejari) Muna atas dugaan “masuk angin” terkait kasus penyelewengan dana uang persediaan (UP) di sekretariat DPRD Butur tahun anggaran 2021.

Pasalnya, Kejari Muna, sudah pernah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Sekertaris Dewan (Sekwan) Butur, Kusman Surya atas dugaan penyelewengan dana UP Sekertariat DPRD Butur, namun sampai saat ini tidak jelas status hukumnya.

“Karena hal itu kami menduga pihak Kejari Muna diduga “masuk angin”,” ucap Ketua DPC LSM Trinusa Butur, Dito kepada sibersultra.id, pada, Selasa (14/08/2023).

Dito mengatakan, penyelewengan dana UP di sekretariat DPRD Butur tahun anggaran 2021 itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 890 Juta.

Aduan terkait penyelewengan dana UP tersebut Sudah sejak lama masuk di lemari penyelidikan Kejari muna, namun sampai hari ini kasus tersebut masih melalang buana.

BACA JUGA:  Gelar Musda Ke-2, DPD PPNI Butur Lahirkan Pengurus Baru Periode 2022-2027

“Artinya belum ada titik terang didalamnya,” pungkasnya.

Lanjut, Dirinya menambahkan semestinya pihak Kejari muna sebagai lembaga negara yang mempunyai legal stending dan integritas yang tinggi harus transparan dalam proses penangan dana UP.

Sehingga atas Lambanya proses penanganan dana UP, melahirkan persepsi masyarakat yang minim atas kepercayaan dalam proses penanganan yang ada di tubuh Kejari muna atas dugaan penyelewengan penggunaan dana up yang dilakukan oleh mantan Sekwan Butur Kusman Surya, yang saat ini menjabat sebagai Kadis pendidikan Butur.

“Saya tegaskan, pihak Kejari muna untuk segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk menyelesaikan masalah tersebut, kalau tidak mampu menyelesaikan persoalan itu dalam waktu dekat kami akan meminta kepada kejati Sultra untuk mengevaluasi dan mengambil alih kasus tersebut, “tegasnya.

BACA JUGA:  Berkas Pelaku Pemerkosaan di Butur Dilimpahkan ke Kejaksaan

Sebelumnya pernah diberitakan dikutip dari media Triaspolitik.id, Kejari Muna, Sulawesi Tenggara, melakukan pemeriksaan terhadap mantan Sekwan Kabupaten Butur atas dugaan penyelewengan dana Uang Persediaan (UP) Sekertariat DPRD Butur.

Mantan Sekwan Butur Kusman Surya diperiksa sejak dua pekan terakhir.

Kepala seksi Intelijen Kejari Muna Fery Febriyanto menuturkan, pemeriksaan Kusman Surya atas kasus dugaan penyelewengan dana UP tahun 2021 senilai Rp 890 juta.

“Sudah dua pekan ini kami lakukan pemeriksaan terhadap mantan Sekwan DPRD Butur,” kata Fery Febriyanto pada Triaspolitika.id.

Fery mengungkapkan, Kejari Muna menemukan ada indikasi penyelewengan terhadap dana penggunaan UP.

“Seharusnya pada akhir tahun ada Ganti Uang (GU). Laporannya harus nol, tapi di sekertariat DPRD Butur kami tidak menemukan laporan seperti yang dimaksud,” ungkap Fery, Kamis (23/06/2022).

Pemeriksaan mantan Sekwan Butur Kata Fery, untuk meminta penjelasan alas tidak adanya laporan GU akhir tahun.

BACA JUGA:  Breaking News: Sekda Kota Kendari Diamankan Kejati Sultra, Ini Kasusnya

“Pertanggungjawaban UP GU harus nihil dan itu harus tertuang pada laporan. Namun yang bersangkutan tidak bisa menunjukan laporan tersebut,” katanya.

“Apalagi saat bulan September 2011 lalu, terjadi pergantian Sekwan di DPRD Butur,” katanya.

Kata dia saat ini Kejari Muna masih pulbaket kasus yang menimpa Kusman Surya.

Laporan: Redaksi.

Total Views: 1290 ,

Comment