News  

Dituding Palsukan Tandatangan RUPS, Direktur PT. Mandala Jayakarta Angkat Bicara

Yus Asman

JAKARTA, Sibersultra.id – Direktur PT. Mandala Jayakarta, Leo Robert Halim angkat bicara mengenai tuduhan-tuduhan yang kini telah beredar diseluruh masyarakat indonesia khususnya di provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait pemalsuan tandatangan.

Leo Robert yang kerap disapa Leo, mengatakan bahwa semua tuduhan Yeniayas Latorumo  itu tidaklah benar adanya baik yang diucapkan secara lisan maupun yang yang sedang beredar di media online.

Leo juga mengatakan bahwa Yeniayas Latorumo itu tidak tahu diri dan juga tidak tahu berterimakasih. Karena telah memberikan saham (Hibah) sebesar 20 persen sekaligus memberinya jabatan Direktur Utama sesuai permintaannya.Hal itu ia lakukan karena alasan agar urusan lancar.

“Saya merasa bahwa dia itu adalah salah satu masyarakat lokal yang dekat pada saya waktu itu dan saya juga menganggapnya itu bisa bekerja baik dan jujur dalam melaksanakan tugas sebagai direktur PT. Mandala jayakarta di periode tahun 2019 sampai dengan 2021,” kata Leo kepada sibersultra.id saat ditemui di kediaman nya di jakarta pusat, Jumat (30/06/2023).

BACA JUGA:  Rakor Forkopimda, Polda Sulteng Komitmen Mensukseskan Pelaksanaan Pemilu 2024

“Namun ternyata tugas dan tanggung jawab yang di berikan ternyata tidaklah sesuai dengan harapan saya,”Ucapnya menambahkan Leo dengan rasa kecewa.

Lanjut, pak Leo menjelaskan bahwa sadisnya lagi Bahkan justru malah melaporkannya di Kejaksaan Negri Kendari, dan di vonis oleh Hakim selama tiga tahun kurungan penjara atas dugaan pemalsuan tanda tangan pada saat Rapat Umum Pemilik Saham (RUPS) di tahun 2022.Yang dimana pemalsuan itu dirinya mengaku, tidak pernah pernah melakukannya.

“Apakah saya pantas diberikan hukuman selama 3 tahun itu apakah ada bukti saat saya palsukan itu,”ucap leo penuh bertanya tanya.

Kata dia, padahal baru saja dia (Yeniayas Latorumo) melaporkannya mengenai perdata bahwa merasa di rugikan dan lucunya tanpa di ketahui kerugiannya apa, justru malah pak Leo di minta untuk damai asalkan bayar Rp.25 miliar kasus perdata akan selesai.

BACA JUGA:  Polri Akan Buka Penerimaan Calon Perwira Polri Sumber SIPSS

Leo, juga mengatakan bahwa menurutnya putusan Hakim tersebut sangatlah tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi dan dia tidak pernah di panggil untuk hadir memberikan keterangan mengenai gugatan perdatanya itu.

Karena atas hal itu, Leo menduga bahwa proses persidangan di Pengadilan Negri Kendari itu tidak prosedural sehingga dirinya menempuh ke jalur hukum yang dia anggap lebih prosedural, demi menuntut keadilan yang sesungguhnya dan atau biasa disebut upaya banding.

Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa pihak yang melaporkannya itu akan segera dilaporkan ke Polda Metrojaya atas dugaan penipuan dan penggelapan terhadap PT. Mandala jayakarta.

“Dimana perusahaan kami mengalami kerugian yang besar atas ulah dan perbuatannya itu,”tegasnya.

BACA JUGA:  Gelar Unjuk Rasa, A3P Nusantara Desak Mabes Polri Panggil dan Periksa Direktur PT. Apriadika dan PT. SJS

Selaku Direktur utama PT.Mandala Jayakarta juga menegaskan bahwa apabila ada pihak-pihak lain yang mengatas namakan sebagai Direktur utama PT.Mandala Jayakarta, dan juga ikut menghalangi kegiatan pertambangan di dalam IUP.

“Maka kami akan segera melaporkan kepada pihak yang berwajib untuk segera di proses secara hukum,”Tutup leo dengan tegas

Reporter: Masda agus

Editor: Redaksi

Total Views: 2203 ,

Comment