Daerah  

Dongkrak Pembangunan Pariwisata, Pemda Butur Gelar FGD Lintas Sektor

Yus Asman

BUTON UTARA, SIBERSULTRA.ID – Bupati Kabupaten Buton Utara (Butur) Muhammad Ridwan Zakariah membuka resmi Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan rencana induk pembangunan kepariwisataan bertempat di hotel Sara’ea Kecamatan Kulisusu.Kamis (15/9/2022).

Perencanaan pembangunan Pariwisata sangat strategis dilakukan lebih awal dengan melibatkan seluruh stakeholders yang ada, agar pembangunan sektor Pariwisata di Kabupaten Butur bisa terintegrasi dengan sektor-sektor yang lain.

Hal itu disampaikan Bupati Butur Muhammad Ridwan Zakariah saat memberikan sambutanya dalam kegiatan FGD Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Butur.

Menurutnya, Rencana induk pembangunan Pariwisata sangat penting sebagai awal dalam pembangunan, Untuk itu rancangan induk Pengembangan Pariwisata kabupaten Butur disesuaikan dengan rencana induk provinsi dan pusat.

“Sehingga pembangunan sektor pariwisata Butur terkoneksi dengan perencanaan Pariwisata di Provinsi dan Pusat,” kata Ridwan Zakariah.

Lebi Lanjut, ia mengungkapkan Sektor pariwisata bisa memberi dampak manfaat kepada sektor lain, seperti halnya pertanian, perikanan dan kelautan, apabila sektor ini dibangun secara terpadu dengan Instansi terkait.

BACA JUGA:  Rekapitulasi DPHP Pemilu 2024, PPK Kecamatan Besulutu Gelar Rapat Pleno Terbuka

Bupati Butur dua periode ini juga mendorong keterlibatan Pemerintah Kecamatan, Desa dan Kelurahan untuk berpartisipasi dalam perumusan rencana induk pembangunan Pariwisata, karena Pemerintah Desa dan Kelurahan merupakan pemilik wilayah dan ujung tombak di masyarakat.

Mengutip dari salah satu Pakar pariwisata, Bupati Butur menjelaskan bahwa dalam pengembangan kepariwisataan poinnya adalah hanya membuat cerita. Sebab, kata dia, apabila Kesan yang didapatkan seseorang pada saat berkunjung ke suatu objek wisata tidak baik, maka orang tersebut akan meninggalkan tempat itu.

“Begitu pula sebaliknya, kalau pengunjung mendapatkan kesan yang baik, mereka akan bercerita kepada halayak, sehingga menggugah minat orang lain untuk berkunjung ke objek wisata tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan sektor Pariwisata dibutuhkan kepekaan dari semua elemen masyarakat, sebab yang akan merasakan manfaatnya adalah masyarakat itu sendiri.

BACA JUGA:  Komisioner Bawaslu Kabupaten Konawe Dilaporkan ke Polda Sultra

Kemudian, Potensi pariwisata di Butur cukup menjanjikan, tidak ada yang kurang, budayanya ada, alamnya juga indah, termasuk kulinernya cukup kaya untuk di kelola sebagai oleh-oleh bagi pengunjung.

Diakhir Sambutanya Ridwan Zakariah mengaku bahwa Butur tidak bisa terpisahkan dengan Wakatobi, diketahui Wakatobi masuk 10 program Bali Indonesia.

Olehnya itu dirinya mengajak agar menciptakan destinasi wisata yang tidak dimiliki oleh Wakatobi, agar wisatawan yang berkunjung tidak hanya mengagumi Wakatobi.

“Namun daerah Butur juga memiliki destinasi wisata unik lain yang bisa di nikmati keindahannya,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Butur Mansur melaporkan maksud penyelenggaraan FGD Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata adalah untuk memperoleh kesamaan persepsi dari para pihak dalam Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Butur beserta substansinya.

BACA JUGA:  Polda Jatim Siapkan Skema Lalulintas Antisipasi Kemacetan Arus Mudik

“Dan untuk mendapatkan informasi hasil pemetaan kesiapan Pemerintah Daerah terkait Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Butur yang ditargetkan selesai tahun ini,” terangnya.

Untuk diketahui Adapun peserta yang hadir dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Butur Terkait, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan Kelurahan yang memilki potensi wilayah untuk pengembangan sektor Wisata Kabupaten Butur.

 

Laporan: Redaksi.

Total Views: 461 ,

Comment