Forkam Minta Dishub Konut Segera Cabut Penggunaan Lintas Jalan PT BNN

Yus Asman

SIBERSULTRA.ID ,KONUT – Forum Kajian Masyarakat Hukum dan Lingkungan (Forkam-HL), mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Konawe Utara (Konut) untuk segera rekomendasi lintas jalan PT Bumi Nikel Nusantara (BNN).

 

Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan di Kabupaten Konut Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut diduga telah melakukan pengerusakan jalan umum di Konut.

 

“Tidak hanya merusak jalan, PT BNN juga kami soroti lantaran adanya dugaan merusak sekolah, sumber air, bahkan tidak peduli terhadap masyarakat. Khususnya masyarakat Desa Puusuli, Kecamatan Andowia,” ujar Dewan pembina Forkam-HL Sultra Iqbal.

 

Akan dugaan tersebut, Iqbal mengecam keras aktifitas penambangan PT BNN yang tidak berkomitmen terhadap pembangunan dan kemajuan daerah karena dianggap telah lalai dan merugikan daerah serta masyarakat.

BACA JUGA:  Ciptakan Adyhaksa Muda Tangguh, Kajati Sulsel Pantau Test Penerimaan CPNS Kejaksaan
Ketgam: Kondisi jalan di sekitar pertambangan di Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara.

“PT BNN tidak mampu menata dengan baik penambangannya. Itu di tandai dengan sengkarut yang ada. Mulai dari penggunaan jalan umum yang mengakibatkan sampai pada tidak terkendalinya dampak lingkungan serta tidak peduli terhadap masyarakat,” bebernya.

 

Menurut Iqbal, sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 di Pasal 74 ayat (1) tentang Perseroan Terbatas, disitu perusahaan ditekankan untuk melakukan CSR terhadap lingkungan di lokasi pertambangan.

 

“Tanggung jawab sosial dan lingkungan ini menjadi kewajiban bagi perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang atau berkaitan dengan sumber daya alam berdasarkan undang-undang. Kewajiban tersebut dilaksanakan baik di dalam maupun di luar lingkungan perseroan,” tegas Iqbal, Jumat (29/7/2022).

BACA JUGA:  Ruangan Kerja Kabid Trantib Pol-PP Kabupaten Butur Disegel 

 

Di tempat yang berbeda, Fian Efendi, salah satu tokoh pemuda Kecamatan Andowia mengungkapkan, PT BNN telah menjual ore nikel lebih dari 20 tongkang atau sekitar 150.000 metrik ton, namun pemilik lahan maupun masyarakat lingkar tambang tak mendapatkan tali asih sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat.

 

“Masyarakat hanya dapat menonton sumber daya alamnya di eksploitasi namun tak ada dampak positifnya terhadap masyarakat,”ucapnya.

 

Demi keadilan dan penegakkan hukum maka pihaknya bersama dengan Forkam-HL Sultra akan menuntaskan masalah ini dan terus mengawal kasus kejahatan lingkungan serta ketidak pedulian PT BNN sampai perusahaan tersebut hengkang dari Konut.

BACA JUGA:  PMI Kabupaten Butur Menggelar Kegiatan Donor Darah 

 

“Dengan tegas kami sampaikan agar Dinas Perhubungan Konawe Utara untuk segera mencabut rekomendasi lintas jalan yang telah di keluarkan demi rakyat dan keadilan,” tutupnya.

 

Laporan : Tim

Total Views: 352 ,

Comment