Daerah  

Gelar Rapat Bersama DPRD, Bupati Butur Serahkan Dokumen Raperda APBD-P T.A. 2022

Yus Asman

BUTON UTARA, SIBERSULTRA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara (Butur) Menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyerahan dokumen Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun anggaran 2022.

Bupati Butur Dr.H.Muhammad Ridwan Zakariah,M.Si

Dalam Penyerahan Tersebut Bupati Butur Muhammad Ridwan Zakariah Menjelaskan bahwa dalam kurun waktu semester pertama Tahun Anggaran 2022 kita dihadapkan dengan beberapa perubahan kebijakan Nasional yang menyebabkan postur Pendapatan dan belanja pada APBD Tahun Anggaran 2022 yang telah ditetapkan harus disesuaikan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Butur usai menyerahkan Dokumen Raperda Tentang APBD Perubahan Kabupaten Buton Utara Kepada Ketua DPRD Butur H. Muhammad Rukman Basri yang dilaksanakan di ruang sidang Paripurna DPRD Butur. Rabu (21/9/2022).

Ridwan Zakariah Menjelaskan Penyesuaian APBD Tahun Anggaran 2022 tersebut, diantaranya perubahan atau peningkatan penerimaan dana transfer pusat berupa Dana bagi hasil sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022 Tentang Perubahan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2021 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022.

BACA JUGA:  Buka Resmi Festival Butur Fishing Tournament, Ridwan Zakariah Imbau Angler Jujung Tinggi Spotivitas 
Bupati Butur Dr.H.Muhammad Ridwan Zakariah,M.Si (Kiri) Bersama Ketua DPRD Butur H.Muhammad Rukman Basri,SE (Kanan).

Selanjutnya, perubahan atau pengurangan besaran Dana Alokasi ditetapkan Keuangan Khusus Fisik, Peraturan sebagaimana Ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 116/PMK.07/2022 Tentang Perubahan rincian Dana Alokasi Khusus Non Fisik Tahun Anggaran 2022.

Sedangkan kewajiban Pemerintah Daerah untuk mengalokasikan belanja wajib perlindungan Sosial minimal 2% dari dana transfer umum dalam rangka penanganan dampak INFLASI.

“Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022 Tentang Keuangan Belanja Wajib dalam rangka penanganan dampak INFLASI Tahun Anggaran 2022,” ungkapnya.

Lebih Lanjut Ridwan mengungkapkan Secara substansial dukungan anggaran diperuntukkan untuk melaksanakan pelayanan dasar di bidang Kesehatan, Infrastruktur, Penguatan ekonomi Masyarakat dan untuk urusan tugas-tugas Pemerintah yang di Perlukan.

Adapun gambaran umum Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan pada Rancangan perubahan APBD Kabupaten Butur Tahun Anggaran 2022 yaitu:

BACA JUGA:  Waspada, Polri Mulai Diserang Hoax, Ini Kata Ketum Counter Polri Agus Flores

Pertama, Pendapatan Daerah disesuaikan menjadi Rp. 660.589.865.293 dari sebelumnya Rp.663.044.773.887 turun menjadi Rp.2.457.908.594 atau 0,37 Persen.

Pendapatan daerah tersebut meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang semula Rp.20.668.157.873 naik menjadi Rp.24.291.898.223 meningkat Rp.3.623.740.350 atau 17,53 Persen.

Selanjutnya, Pendapatan transfer semula direncanakan Rp.642.376.616.014, turun menjadi Rp.636.294.967.070 berkurang sebesar Rp.6.081.648.944 atau 0,95 Persen.

Kemudian Belanja Daerah disesuaikan menjadi Rp.900.370.383.636 dari sebelumnya sebesar Rp.864.001.357331 meningkat menjadi Rp.36.362.072.395 atau naik 4,22 Persen.

Adapun belanja Daerah dimaksud terdiri dari, Belanja Operasi yang direncanakan Rp.481.253.740.150 naik dari yang sebelumnya Rp.462.795.564.417 meningkat sebesar Rp.18.458.175.733 atau 3,99 Persen.

Berikut, Belanja modal direncanakan Rp.309.150.502.159 naik dari yang sebelumnya Rp.296.542.937.689 meningkat sebesar Rp.12.607.564.470 atau 4,25 Persen serta Belanja tidak terduga, direncanakan Rp.7.079.912.947 dan Belanja transfer direncanakan Rp.102.879.274.380 naik dari yang sebelumnya Rp.4.004.147.125 meningkat sebesar Rp.3.075.765.822 atau 76,81 Persen.

Terakhir Ridwan Zakariah menambahkan dari segi Pembiayaan Daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp.243.783.528.343 yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp.66.842.598.343 dan penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp.176.940.920.000.

BACA JUGA:  Peringati Tahun Baru Islam 1444 H, Pemkab Butur Gelar Pawai Ta'aruf

Sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.4.000.000.000. Dengan demikian pembiayaan netto sebesar Rp.239.783.518.343.untuk menutupi devisit belanja.

“Sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun 2022 menjadi nihil atau sama dengan Nol Rupiah,” ujarnya.

 

Laporan: Redaksi

Total Views: 306 ,

Comment