Gelar Unjuk Rasa, Kejagung RI Diminta Panggil dan Tangkap Aktor Kasus Korupsi PT. Antam

Yus Asman

JAKARTA, Sibersultra.id – Konsorsium Masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) Menggugat Kembali melakukan aksi unjuk rasa untuk ketiga kalinya di Kejaksaan Agung RI pada, Rabu (18/07/2023).

Aksi unjuk rasa tersebut menuntut Kejagung RI agar segera memanggil dan menangkap ACG yang diduga adalah salah satu aktor kasus korupsi PT. Antam yang telah bergulir dalam Kejati Sultra dan telah menetapkan empat orang tersangka

Jendral Lapangan Arnol Ibnu Rasyid, Menyampaikan dalam orasinya bahwa pihaknya menduga kuat kalau ACG merupakan aktor penting dalam pusaran tindak pidana korupsi (Tipikor) di wilayah IUP PT. Antam UBPN Konut yang saat ini bergulir di kejaksaan tinggi (Kejati) Sultra.

BACA JUGA:  Sekda Butur Ajak Kepala OPD dan Camat Ikut Pelatihan Table Manner 

“Kami duga kuat ACG adalah salah satu aktor dibalik masifnya kasus korupsi PT. Antam yang telah bergulir di Kejati Sultra dan telah menetapkan empat orang tersangka namun anehnya ACG tidak ikut dalam penetapan tersangka tersebut,” ungkapnya.

“Seolah Aparat Penegak Hukum (APH) tidak cukup mempunyai nyali untuk memanggil ACG agar segera ditindak secara hukum ataukah ACG mempunyai Kordinasi yang cukup kuat sehingga tidak gampang tersentuh hukum,”bebernya.

Diwaktu yang sama, Korlap Arin Fahrul Sanjaya, menegaskan agar Kejagung RI segera menetapkan ACG sebagai tersangka, mengingat kerugian negara yang ditimbulkan oleh mereka itu mencapai triliunan rupiah.

BACA JUGA:  Dikabarkan Alami Mati Mesin, Tiga Warga Butur Belum Ditemukan Tim Basarnas

“Kami juga menduga kuat ACG telah melakukan penjualan ore ilegal serta kerap melakukan ilegal mining di Blok mandiodo Kabupaten Konawe Utara dengan bermodalkan jalur Kordinasi,”tegasnya.

Selain itu Hubungan kedekatan antara ACG dan salah satu Direktur PT. Antam inisial NK tentu saja dapat memuluskan perbuatan melawan hukum tersebut.

“Kembali kami tegaskan bahwa Kejagung RI harus segera memanggil dan tersangkakan ACG atas dugaan kasus korupsi PT. Antam di Kab. Konawe Utara dan kami tidak akan pernah berhenti mempresur sebelum di tersangkakan,”tutup Arin Fahrul.

BACA JUGA:  Jaga Desa Dari Korupsi, Kejari Wakatobi Gelar Penyuluhan Hukum 

Laporan: Redaksi.

Total Views: 1071 ,

Comment