Genpan Sultra Adukan PT. AMM di Kejari Konawe

Yus Asman

KONAWE, Sibersultra.id – Generasi Pemuda Anoa Sulawesi Tenggara (Genpan Sultra) kembali bertandang ke Kejaksaan Negeri Konawe guna melaporkan dugaan ilegal mining yang dilakukan PT. Arumi Mining Mineral (AMM), Jumat (04/08/2023).

Diketahui, PT. AMM adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambang yang beroperasi di blok Morombo Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Ketua Umum Genpan Sultra, Putra Karya Rajasa mengatakan dari hasil investigasinya menemukan bahwa PT. AMM diduga telah melakukan sederet dugaan pelanggaran dari penambangan yang diduga tidak memiliki izin.

“Lokasi penambangan di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Produksi (HP) diduga kuat PT. AMM tidak memiliki izin sama sekalipun guna menjalankan aktifitas pertambangan,” terangnya.

BACA JUGA:  Kapolri: Lagu Polisi Jagoanku Jadi Penyemangat Mengabdi Lebih Baik Lagi

Putra Karta menyampaikan bahwa PT. AMM dinilai kebal hukum, dikarenakan diduga telah melakukan beberapa pelanggaran hukum namun masih saja dengan berani melawan hukum, melakukan aktifitas pertambangan di blok Morombo tanpa izin dan diduga juga telah merambah kawasan hutan tanpa izin.

Kata dia, dari beberapa laporan masyarakat setempat bahwa PT. AMM telah lama melakukan aktifitas penambang di kawasan blok morombo hingga telah beberapa kali melakukan aktifitas pengapalan.

“Hadirnya Mabes Polri pada tahun kemarin rupanya belum memberikan efek jerah terhadap para penambang-penambang diduga ilegal di Provinsi Sultra terkhusus di blok Morombo,” ucap Putra.

BACA JUGA:  Turnamen Bulutangkis HSN Cup 2023 Resmi Diselenggarakan, Ini Harapan Wabup Butur

Lanjut, Ia juga menyampaikan bahwa PT. AMM dalam memuluskan proses pertambangannya diduga di back up oleh Oknum-oknum dari Aparat Penegak Hukum (APH), dan dalam proses penjualan hasil tambang diduga kuat menggunakan dokumen dari perusahaan lain atau biasa di sebut dengan dokumen terbang (Dokter).

“Tentunya hal tersebut adalah perbuatan secara melawan hukum,” tegasnya.

Lanjut, Putra mengaku pihaknya menemukan bahwa demi mengelabui APH, PT. AMM dalam menghilangkan jejak pada hasil pertambangannya, menyimpan hasil pertambangannya di perusahaan lain yang memiliki izin resmi.

“Maka dari itu kami minta Kejari konawe agar segera membentuk tim investigasi guna memeriksa direktur PT. AMM atas dugaan tindak pidana pada proses pertambangan yang diduga ilegal,” ungkapnya.

BACA JUGA:  BNNP Sultra Diminta Transparan Terkait Pengungkapan Kasus Narkotika

Ditegaskannya, Genpan Sultra Bakal menggelar aksi unjuk rasa dalam mempresure laporan mereka sampai sejauh mana prosesnya dilaksanakan oleh Kejari Konawe.

Laporan: Redaksi.

Total Views: 901 ,

Comment