Daerah  

Gubernur Ali Mazi  Cek Lokasi Ternak Sapi dan Indeks Penanaman Padi di Konsel

Yus Asman

KONSEL, SiberSultra.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berkomitmen memajukan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan.

Hal ini mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat melalui Tim verifikasi Satya Lencana Pembangunan dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI, dan Kementrian Pertanian mengunjungi Sultra.

Gubernur Sultra Ali Mazi bersama Tim verifikasi mengunjungi di dua Lokasi kawasan Inseminasi Buatan (IB) ternak sapi di Desa Morame dan mengunjungi kawasan peningkatan indeks penanaman padi Desa Cialam Jaya di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Jumat (05/05/2023).

Kunjungan Kerja pertama di lakukan Gubernur Ali Mazi bersama Tim Verifikasi di kawasan inseminasi buatan (IB) ternak sapi di Desa Morame untuk meninjau secara langsung ternak sapi dari hasil kawin suntik program inseminasi buatan.

Diketahui, beragam sapi yang di ternak oleh kelompok ternak Sidomulyo ini diantaranya sapi Bali, sapi import Queensland asal Australia, sapi limousin, sapi simmental dan sapi brahman.

Proses Inseminasi Buatan juga dilakukan melalui kawin silang sapi Bali, sapi import, brahman dan juga sapi lainnya. Hal ini dilakukan membuat sapi betina produktif setiap tahunnya untuk dapat menghasilkan keturunan.

LM. Jabal dari Dinas Ketahana Pangan Prov. Sultra menjelaskan bahwa di Prov.Sultra jumlah populasi ternak sapi secara keseluruhan terdata berjumlah 421.000.000 ekor. Lanjut dikatakan, pada tahun 2017 sampai 2022 Prov. Sultra telah mengalokasikan anggaran APBD untuk pengadaan ternak sapi bibit maupun dari sarana dan prasarana inseminasi buatan.

BACA JUGA:  Cium Aroma Korupsi Pada Pekerjaan Jalan Toronipa-Kendari, LSM Trinusa Bakal Bertandang di Kejati Sultra

Ketua Verifikasi Adang Ginanjar, menyarankan agar anak sapi yang lahir dari hasil inseminasi buatan segera dibuatkan Surat Keputusan (SK) dari Gubernur. Hal ini merupakan inovasi terbaru untuk mengetahui asal ternak.

“Nanti dari hasil inseminasi buatan ini lahir, buatkan SK Gubernur, nanti Presiden yang beri nama, ” Lanjut Dadang Ginanjar.

Lanjut dikatakan, Adang Ginanjar mengucapkan terima kasih kepada para petani dan kepada Gubernur Ali Mazi yang telah meningkatkan taraf hidup masyarakat salah satunya melalui sektor peternakan. Adang Ginanjar menyakini melalui verifikasi tersebut, Provinsi Sultra mendapatkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Bapak Presiden RI.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendengarkan aspirasi dari para peternak sapi yang ternyata memberikan keuntungan bagi mereka melalui program Inseminasi Buatan.

Selain itu, kunjungan kerja Tim Verifikasi dilanjutkan di kawasan peningkatan indeks penanaman padi Desa Cialam Jaya.

Pada kesempatan tersebut, Ketau Tim Verifikasi Dadang Ginanjar mengatakan, peninjauan kelokasi tersebut dalam rangka untuk verifikasi di lapangan terkait penanaman padi di Desa Cialam Jaya.

Diketahui, persawahan di Cialam Jaya seluas 175 hektare (seratus tujuh puluh lima hektare) dalam tiap desanya. Menurut Slamet Hartoyo, selaku perwakilan petani Cialam Jaya menyatakan, Cialam Jaya merupakan salah satu penyuplai beras di Sulawesi Tenggara dengan hasil panen setiap tahunnya dilakukan dua hingga tiga kali hingga dengan pendapatan kurang lebih 11 Miliyar per musim tanam dalam satu kecamatan.

BACA JUGA:  Peringati HGN dan HUT PGRI ke 78, Bupati Butur Beri Apresiasi Kepada Guru dan Tenaga Kependidikan

“Dengan harga gabah 5000 per kilo, maka Pendapatannya kurang lebih sebelas miliyar per musim tanam hanya untuk satu kecamatan ini, ” Kata Slamet Hartoyo.

Slamet Hartoyo juga menambahkan bahwa sebelum Gubernur Ali Mazi menjabat sebagai Gubernur Sultra, indek pertanaman padi di Kecamatan Konda 1 sampai 1,5 pertahunnya. Namun pada saat pemerintahan Gubernur Ali Mazi, indeks pertanaman padi 2,5 hingga 3 kali pertahunnya.

“Untuk pertanaman di Kecamatan Konda ini, sebelum masa pemerintahan bapak Gubernur, indeks pertanaman 1 sampai dengan 1,5 pertahunnya. Saat ini hingga 2,5. Jadi 2 kali hingga 3 kali pertahunnya, “kata Slamet Hartoyo.

Lanjut dikatakan, Meningkatnya indeks pertanaman padi ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi yang sangat besar kepada para petani dengan pemberian berupa bantuan saluran irigasi, alat mesin pertanian; traktor roda empat, traktor roda dua, alat panen dan juga pressure.

Bantuan lainnya juga berupa akses jalan usaha jalan tani untuk memudahkan dalam proses distribusi sarana produksi dan pengangkutan hasil panen.

Ketua Tim Verifikasi Adang Ginanjar, mengucapakan Terima kasih kepada Gubernur dan para petani yang telah berupaya meningkatkan hasil pertanian di Sultra. Adang Ginanjar berharap, beras di Sultra terus ditingkatkan dan menjadi salah satu penyuplai ekspor di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:  Perekrutan PPS di Butur Terkesan Hanya Formalitas Belaka

“Mudah-mudahan para petani dan beras di sini semakin meningkat, tidak hanya di Sulawesi Tenggara, kalau bisa berasnya di ekspor agar Sulawesi Tenggara ini bisa lebih terkenal seperti beras Cianjur, ” Ucap Dadang Ginanjar.

Kungker ini di hadiri oleh Ketua Tim Verifikasi Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Irjen Pol. Drs. R. Adang Ginanjar dan Kolonel (CAJ) Sandy. Hendra S, Muh Adpan Lariso, Metik Nugroho.

Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Sultra Ridwan Badallah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra La Ode Muhammad Rusdin Jaya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ari Sismanto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra Laode Kardini, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra Laode Muh. Shalihin, dan sejumlah pejabat Dinas Ketahanan Pangan  Sultra.

Sumber: Adpim Setda Sultra

Total Views: 506 ,

Comment