Hasil Uji Laboratorium DLH Konut, KSO-BASMAN Tidak Terbukti Mencemari Air Bersih

Yus Asman

SIBERSULTRA.ID, KONUT – Sebagai Bahan Baku Untuk diuji Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe Utara (Konut) mengambil sampel untuk di lakukan pemeriksaan, yakni Tabulasi hasil uji sampel air bersih (air permukaan) menggunakan baku mutu sesuai PP 22/2021, dan menggunakan baku mutu sesuai permenkes 32/2017 pada sumber air bersih Desa Lamondowo.

 

Hal itu dilakukan Berdasarkan permintaan bantuan pemeriksaan dampak lingkungan oleh Kepolisian Resort (Polres) Konut, untuk memeriksa KSO-BASMAN dan PT. Bumi Nikel Nusantara (PT. BNN), yang di duga telah melakukan pencemaran air bersih Desa Lamondowo Kecamatan Andowia Kabupaten Konut.

Dari hasil uji laboratorium terhadap sampel air bersih yang diambil dari DLH Konut, terbukti kadarnya masih jauh dibawah ambang batas dari baku mutu yang dipersyaratkan. Jadi, KSO-BASMAN tidak terbukti mencemari air bersih Desa Lamondowo seperti yang dituduhkan.

BACA JUGA:  Bupati Butur Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Raja Jin

Hal itu di sampaikan oleh Basman kepada awak media pada Rabu,(25/5/2022).

Basman menjelaskan Sesuai surat nomor: 660/150/IV/2022 penyampaian laporan hasil verifikasi permintaan bantuan pemeriksaan dampak lingkungan dan kerusakan hutan oleh Polres Konawe Utara kepada KSO-BASMAN dan PT. BNN, pada tanggal 18 april Tahun 2022 terbukti tidak mencemari air bersih.

Lebih lanjut kata dia menambahkan bahwa isi surat penyampaian laporan hasil verifikasi DLH Konawe Utara atas Pemeriksaan dampak lingkungan oleh Polres Konawe Utara kepada KSO-BASMAN dan PT. BNN terkait pencemaran lingkungan (Sumber Air Bersih) yang telah dilaksanakan oleh tim verifikasi pemeriksaan sebagai bahan penyelesaian laporan masyarakat (laporan hasil uji laboratorium) dinyatakan tidak terbukti mencemari air bersih.

BACA JUGA:  Perilaku Pejabat Sultra  Hambur- Hambur Uang Diacara HUT Butur, Disoroti Ketua DPD LIN Sultra

 

Basman mengatakan, sampel air bersih sungai Desa Lamondowo yang diambil DLH bersama Polres Konut telah diuji di laboratorium. Hasilnya, untuk kadar Biologycal Oxygen Demand (BOD) titik satu 0.41, titik dua 0.52, dan titik ketiga 1.86. Ambang batas normalnya 60.

 

Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) 10, padahal ambang batas maksimal yang diperkenankan 160. Sedangkan menurut permenkes nomor 32/2017 sampel yang di uji laboratorium tidak ada perubahan rasa, dan tidak ada perubahan bau.

”Jadi, berdasarkan uji lab tersebut, tidak benar jika KSO-BASMAN telah melakukan pencemaran lingkungan,” jelas Basman.

Beberapa waktu lalu, di informasikan bahwa bak air bersih Desa Lamondowo, untuk warga dusun 2 membutuhkan perbaikan, maka, KSO-BASMAN melalui humasnya akan menyerahkan uang perbaikan bak air bersih sebanyak Rp. 200.000.000 (dua ratus juta Rupiah) namun di tolak oleh warga setempat.

BACA JUGA:  Anggota Komisi III DPRD Sultra Yudhianto Mahardika Gencar Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana

“Awalnya Saya Sudah Lakukan Pendekatan Secara Persuasif di (Secara Kekeluargaan) Sembari Menunggu Hasil Lab dari DLH, Namun Mereka Menolak.” tutupnya

 

Laporan:Tim

Total Views: 508 ,

Comment