Kades BBJ Dituding Lakukan Pengelolaan Anggaran Tidak Sesuai RAB, Saharul : Itu Tidak Benar

Yus Asman
Ketgam: Kantor Desa Banu-Banua Jaya, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara.

SIBERSULTRA.ID, Buton Utara – Dituding lakukan pekerjaan dengan pengelolaan anggaran tidak sesuai Rincian Anggaran Biaya atau RAB, Kepala Desa (Kades) Banu-Banua Jaya (BBJ), Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Saharul, angkat bicara.

Saharul mengatakan, bahwa tudingan yang dilayangkan Ketua PAR Sultra tersebut tidak benar, pasalnya dari semua pekerjaan yang dilakukan pemerintah Desa ditahun 2023 dikerjakan sudah sesuai RAB yang di anggarkan di APBDes.

“Saya bekerja sesuai RAB dan tidak melenceng dari RAB, disitu ada pendamping desa dan ada konsultanya,” ucap Saharul Kepada Awak Media Saat di temui di kediamannya di Desa BBJ, Sabtu (06/01/2024).

Kemudian, Sahrul menambahkan, pekerjaan pembangunan jembatan tahun 2023 itu juga pihaknya mengerjakan sesuai dengan RAB, Begitu pula pengadaan Posyantek perahu fiber.

Terkait peruntuhkannya, perahu fiber tersebut mempunyai penanggung jawab dan itu sudah melalui kesepakatan bersama dengan warga desa setempat.

“Jadi perahu fiber tersebut tidak digunakan secara pribadi akan tetapi jika ada warga desa yang ingin menggunakan perahu tersebut itu bisa dipakai. Tinggal Komunikasi dengan penanggung jawabnya yang sudah di sepakati bersama,” terangnya.

BACA JUGA:  Kapolri Naikan Pangkat 45 Pati Polri, Ada Satu Polwan Jadi Jenderal

Diwaktu yang sama, Perencana Desa Banu-Banua Jaya, Merdin mengatakan bahwa program pekerjaan desa itu tidak dilakukan semerta-merta melainkan mempunyai proses dan sudah mempunyai nomenklaturnya.

Prosesnya itu, melalui musrenbang, setelah disepakati bersama dari hasil musrenbang, selanjutnya dilibatkan pihak konsultan untuk merinci dan menggambar terkait yang akan di kerjakan, seperti contohnya Rehab Lapangan Futsal.

“Jadi kalau terkait melenceng dari RAB, kami tidak pernah lakukan itu, begitu juga dengan pekerjaan rehab jembatan,” bebernya.

Lanjut, terkait ponsyantek awalnya itu akan dilakukan melalui pelatihan, akan tetapi diadakan rapat. Dimana dalam rapat tersebut yang disepakati bersama yaitu membeli perahu jadi.

“Kita sepakati itu, peruntuhkannya bagi siapapun warga yang ingin menggunakan perahu fiber tersebut bisa digunakan,”tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Pejuang Aspirasi Rakyat (PAR) Sultra, Radianto, Resmi melaporkan Kepala Desa (Kades) Banu-Banua Jaya, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur) di Polres Butur, Jumat (05/01/2023).

BACA JUGA:  Terungkap Melalui Rakor DPMD, Konawe Nol Desa Sangat Tertinggal

Kades Banu-Banua Jaya dilaporkan karena adanya dugaan pengelolaan anggaran dana desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2023 yang tidak sesuai dengan rincian anggaran biaya (RAB) yang telah di peruntuhkan.

Hal itu dikatakan oleh ketua PAR Sultra, Radianto Kepada Awak Media Saat di temui di salah satu warkop di Butur, pada, Jumat (05/01/2023).

Radianto mengatakan, Ada beberapa program pekerjaan yang dilakukan oleh kades Banu-Banua Jaya, diantaranya rehab Lapangan Desa tahun Anggaran 2023 dengan anggaran sekitar Rp. 190 juta.

“Volume anggaran tersebut diduga tidak sesuai RAB, Karena jaring yang dipakai untuk dinding lapangan begitu kecil dan penambahan tiang di atas kurang lebih 1 meter yang pekerjaan tersebut tidak masuk diakal jika menghabiskan anggaran hampir Rp. 200 jutaan,” kata Radianto.

Kemudian, Rehab jembatan titian dengan anggaran diperkirakan sekitar Rp. 54 jutaan. Kegiatan tersebut diduga tidak sesuai RAB setelah dilakukan pengecekan fakta di lapangan.

“Selanjutnya, pengadaan Posyantek perahu TS lengkap dengan mesin yang di duga tidak sesuai dengan peruntukanya,” bebernya.

BACA JUGA:  Gunung Merapi Erupsi, Polda Jateng Terjunkan Ratusan Personel Brimob Hingga Mobil SAR

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media Kasat Reskrim Polres Butur Melalui Kanit Tipidkor Polres Butur, Aipda Fajar Lumanto, membenarkan adanya laporan aduan Ketua PAR Sultra tersebut.

“Iya betul, ada surat aduan dari PAR Sultra,” terang Aipda Fajar Lumanto melalui Whatsappnya, Jumat (05/01/2024).

Fajar menambahkan, dengan adanya aduan tersebut, selanjutnya pihaknya akan melakukan verifikasi data atau dokumen.

“Sesuai SOP aduan perkara dugaan korupsi, Tim akan melakukan verifikasi Data atau Dokumen, dan pengumpulan bahan keterangan,” tegasnya.

Laporan: Redaksi.

Total Views: 5276 ,

Comment