Kadis Pendidikan Butur Diduga Terlibat Dalam Politik Praktis, KSU: Kalau Ada Bukti Silahkan Lapor di Bawaslu

Yus Asman
ILUSTRASI

SIBERSULTRA.ID, Buton Utara – Salah satu Oknum Kepala Dinas (Kadis) di Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), Diduga terlibat dalam politik Praktis. Hal itu diketahui berdasarkan beberapa informasi dari masyarakat.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, Oknum Kadis tersebut menjabat sebagai Kadis Pendidikan Butur inisial KSU.

KSU dikabarkan telah melakukan pertemuan bersama para tenaga honorer yang di selenggarakan disalah satu rumah warga, tepatnya di Desa Kadacua, Kecamatan Kulisusu, Butur, pada, Senin (23/01/2024) malam.

Dalam pertemuan itu KSU diduga lakukan penekanan kepada para tenaga honorer untuk memilih salah satu Calon Legislatif (Caleg).

Berdasarkan Sumber yang enggan disebut namanya mengatakan, bahwa benar Kadis Pendidikan Butur telah menggelar pertemuan bersama tenaga honorer.

BACA JUGA:  Sekertariat Pokja PBJ Wakatobi, Dijadikan Tempat Pembuatan Dokumen Kontrak Penyedia

“Dalam pertemuan itu kadis melakukan penekananan kepada kami untuk memilih salah satu caleg,” ucapnya, Selasa (23/01/2024) malam.

Menurutnya, sangat tidak etis cara kadis untuk mencari dukungan dengan menekan para tenaga honorer.

“Cara kadis ini terkesan menghalalkan segala cara walaupun jelas ada aturan yang patut dijalankan di momen pemilu 2024 ini, apalagi dia adalah seorang ASN dengan jabatan Kadis,” bebernya.

ASN memiliki asas netralitas yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Dalam aturan itu disebutkan bahwa ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. ASN pun diamanatkan untuk tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

BACA JUGA:  Mulai Masuk Asutan Organisasi Wartawan Plat Hitam ke Kepolisian Untuk Memblokade FRN, Ini Kata Agus Flores

Beragam sanksi mengancam ASN termasuk PNS jika tidak menjaga netralitas dalam penyelenggaraan Pilkada, Pileg, dan Pilpres.

PNS dilarang melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan salah satu calon atau perbuatan yang mengindikasikan terlibat dalam politik praktis/berafiliasi dengan partai politik

Saat dikonfirmasi Kadis Pendidikan Butur, KSU mengatakan, Terkait informasi itu tidak benar. Dirinya mengaku, tidak lakukan penekanan kepada tenaga honorer untuk mendukung salah satu caleg, hanya memberikan pendidikan politik.

“Info itu tdk benar krn sy tdk pernah menekan utk menyebut nm dan mengarahkan ttp sy hy memberikan pendidikan politik terkait proses demokrasi yg sesuai dgn peraturan perundang undangan yg berlaku,” ucap Kadis Pendidikan Butur, kepada Sibersultra.id, Selasa (23/01/2024) malam.

BACA JUGA:  Fast Respon Counter Opinion Polri Sudah Bersertifikasi Lembaran Negara

Dirinya juga menambahkan jika ada bukti dirinya lakukan penekanan, ia mempersilahkan agar untuk melaporkan ke pihak Terkait.

“Klu ada bukti sy menekan dan ada guru yg sy tekan silahkan sy dilaporkan dibawaslu,” bebernya.

Laporan: Redaksi.

Total Views: 4192 ,

Comment