Kapolres Butur Diminta Segera Tangkap Pelaku Penganiayaan Anak Dibawah Umur di Kulut

Yus Asman

SIBERSULTRA.ID, Buton Utara – Kuasa hukum seorang anak korban penganiayaan, Laode Hermawan, meminta pihak Polres Buton utara (Butur) secepatnya segera melakukan penahanan terhadap pelaku.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Kecamatan Kulisusu utara (Kulut), Kabupaten Butur, Dimana korban mengalami luka memar bengkak didahi dan di bagian intim korban.

Mawan mengatakan, kejadian itu terjadi pada dua bulan yang lalu atau tepatnya bulan November 2023. Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka namun belum ditahan.

“Kasusnya sudah tahap penyidikan atau sidik, sudah ditetapkan sebagai tersangka terduga pelaku oleh pihak penyidik PPA Polres Butur,” ucap Mawan, kepada Sibersultra.id, Kamis (25/01/2024).

Lanjut Mawan, mengatakan, penyidik sudah menembuskan surat penetapan tersangka ke terduga pelaku inisial SRTA, serta sudah mengirim surat perintah dimulainya penyidikan atau SPDP ke Kejaksaan Negeri Raha.

BACA JUGA:  Hadiri HUT Otonomi Daerah ke XXVII di Sulsel, Ini Harapan Wabup Butur Ahali

“Saya juga sudah koordinasi melalui Kasipidum Kejari Raha, bahwa SPDP kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di Kecamatan Kulut, Butur sudah diterima dan JPU nya adalah ibu Yulia,” beber Mawan.

Dengan demikian, sebagai kuasa hukum korban, Mawan mendesak Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Butur untuk secepatnya melakukan langkah penahanan terhadap terduga pelaku dalam Minggu ini.

“Jika tidak maka saya sebagai pendamping hukum korban akan melakukan langkah – langkah penyuratan ke Bapak Kapolda Sultra dan Kadiv Propam Polda Sultra,” tegasnya.

Menurut, Mawan tidak ada alasan ataupun alibi lagi untuk menunda-nunda langkah penahanan terhadap terduga pelaku penganiayaan tersebut.

Dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia ataupun KUHAP/KUHP sangat jelas, bahwa ketika suatu perkara pidana sudah naik ketahap penyidikan atau sidik berarti kasus tersebut sudah mencukupi alat bukti dan sudah mengarah keranah pidana.

BACA JUGA:  Genpan Sultra Adukan PT. AMM di Kejari Konawe

“Saya kira Kapolres maupun Kasat Reskrim Polres Butur lebih paham dalam hal aturan main setiap proses perkara,” ujarnya.

Mawan merupakan advokat muda jebolan dari OA PPKHI ini mengungkapkan, agar jangan ada hal terkesan di istimewakan, siapapun yang berhadapan dengan hukum harus ditindak tegas tanpa ada pandang bulu. Termasuk Pelaku penganiayaan tersebut.

“Marilah kita sama-sama menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi di negara ini, jangan sebaliknya di bolak balik seperti pepatah mengatakan bahwa hukum tajam kebawah dan lucu ke atas atau hukum hanya berlaku pada rakyat kecil dan tumpul pada yang berduit,” kata Mawan.

Seperti halnya, Kata Mawan Bahwa Bapak Kapolri menginginkan institusi kepolisian masih terus dipercaya di public atau masyarakat dengan menerapkan sistem hukum yang seadil-adilnya dan profesional.

BACA JUGA:  Endus Aroma Persekongkolan Lelang Proyek Provinsi Sultra, PPWI Sultra Minta APH Lakukan Penyelidikan

Bukan malah sebaliknya, sehingga harapan rakyat pada institusi kepolisian sirna dan kepercayaan sudah tidak adalagi.

“Marilah kita sama-sama mengawal program bapak Kapolri yaitu Presisi,”tutup Mawan sementara melanjutkan S2 konsentrasi ilmu hukum Pidana di fakultas hukum Unsultra ini.

Laporan: Redaksi.

Total Views: 3712 ,

Comment