Kapolri Diminta Segera Copot Kapolda Sultra

Yus Asman

SIBERSULTRA.ID, Jakarta – Konsorsium Mahasiswa Sulawesi Tenggara Jakarta (KMST Jakarta) mendesak Mabes Polri segera mencopot Kapolda Sultra serta meminta Divpropam Mabes Polri segera memeriksa 3 anggota Polda Sultra yakni triple “R”.

Pasalnya,dibawah kepemimpinan Kapolda Sultra, Irjen Pol Teguh Pristiwanto, Banyak Problematika yang sampai hari ini belum di tuntaskan salah satunya pelanggaran HAM, Tindakan premanisme kepada mahasiswa dan masyarakat yang di lakukan anggota kepolisian kini tidak terselesaikan.

Ketua umum Komando Alki Sanagri mengungkapkan, bahwa sudah banyak persoalan yang terjadi di daerah provinsi sulawesi tenggara dan ini tidak terlepas dari kegagalan kinerja Kapolda Sultra.

“Salah satu yang masih baru adalah penembakan nelayan di kecamatan laonti kabupaten Konawe selatan yang menewaskan 2 orang, belum ada penindakan hukum terhadap pelaku,” terangnya.

BACA JUGA:  Peringati HUT ke 16, PPWI Kalsel Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Buka Gerai UKM

Kegagalan yang selanjutnya, adalah masih maraknya pertambangan ilegal, kapolda sultra tidak tuntas menangani zero ilegal mining.

“Kuat dugaan kami seluruh aktivitas pertambangan ilegal di Backup Kapolda Sultra serta biaya kordinasi yang masuk di tubuh Polda Sultra melalui tiga anggotanya yakni Triple R,” pungkasnya.

Alki Sanagri berharap Kapolri segera mencopot Kapolda Sultra yang dinilai gagal atau tidak tuntas dalam menangani segala persoalan yang terjadi di daerah Provinsi Sultra.

“Contohnya tindakan refresif anggota kepolisian resor Kolaka Utara terhadap masyarakat dengan dalih perintah Kapolres Kolaka Utara,” tutupnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum JKMS Jakarta, Irjal Ridwan menjelaskan, bahwa Bukan hanya persoalan Aktivitas pertambangan ilegal tapi masih banyak lagi persoalan yang sampai hari ini belum juga di selesaikan kapolda sultra.

BACA JUGA:  Napi Diduga Bebas Gunakan HP, DPC PPWI Konawe Kritik Kinerja Lapas Kendari

Kasus Pelanggaran HAM yakni penembakan Mahasiswa di tahun 2019 yakni Randi dan Yusuf sampai kasus penembakan nelayan di Kecamatan Laonto, kasus tindakan Premanisme kepada mahasiswa di depan RS. hermina dan pemukulan masyarakat di lokasi pertambangan PT. Fatwa Bumi sejahtera dan ini semua di lakukan anggota kepolisian.

Irjal ridwan berharap, Kapolri untuk segera menindak tegas Kapolda Sultra yang dinilai tidak tuntas dalam memimpin kepolisian daerah provinsi sulawesi tenggara.

“Serta kami juga meminta Divpropam segera memanggil dan memeriksa Kepada tiga orang anggota Polda sultra Yakni Triple R, kami duga kuat segala biaya kordinasi pertambangan ilegal melalui ketiga orang ini,” ucap Irjal.

BACA JUGA:  Polri Pastikan Tindak Tegas Pelaku Anarkis di Luar Stadion Kanjuruhan

Laporan: Redaksi.

Total Views: 5186 ,

Comment