Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi DD Sebesar 344 Juta di Desa Laeya, Telah Ditangani Polres Butur

Yus Asman

SIBERSULTRA.ID, BUTON UTARA – Kasus dugaan tidak pindana korupsi Pengelolaan Anggaran Dana Desa sebesar Rp 344 juta pada Tahun Anggaran 2020 di desa Laeya kecamatan Wakorumba Utara kini sudah ditangani Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Butur.

Kasus dugaan tindak pidana tersebut  melibatkan mantan Pelaksana Jabatan (Pj) Kepala Desa Laeya, Kecamatan Wakorumba Utara, kabupaten Buton Utara, Anton Iradat dan Kaur Keuangannya, La Runi.

Kasat Reskrim Polres Butur, AKP Sumarno S.Sos mengungkapkan saat ini pihaknya telah meminta keterangan kepada mantan Pj dan Kaur Keuangan Desa Laeya.

“Tim tipikor masih melakukan klarifikasi di lokasi”, Tulis AKP Sumarno melalui Whatsappnya, Kamis (14/07/2022).

Kata Sumarno, hasil klarifikasi yang diperoleh pihak tipikor Polres Butur di lokasi, nantinya akan diumumkan melalui media masa.

“Untuk hasilnya kalo sudah lengkap akan di realese”, katanya.

Lanjut Sumarno,mengatakan proses pembuktian kasus korupsi membutuhkan waktu, sehingga tidak bisa di tentukan waktunya, apalagi saat ini kata dia, masih proses klarifikasi ini.

“Menunggu saja bila lengkap akan di realese”, tutupnya.

BACA JUGA:  Diduga Lakukan Penganiayaan, GAKPA SULTRA Mengutuk Keras Perilaku Oknum Anggota DPRD Butur 

Sebelum telah diberitakan Mantan Penjabat (Pj) Kepala Desa Laeya, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, Anton Iradat dan Kaur Keuangannya, La Runi diduga kuat telah melakukan korupsi Dana Desa sebesar Rp 344 juta pada Tahun Anggaran 2020.

Dugaan korupsi yang mencapi ratusan juta tersebut, di saat Anton Iradat masih menjabat sebagai Pj Kepala Desa Laeya pada 2020 dan pada saat itu La Roni menjabat sebagai Kaur Keuangan.

Berdasarkan data rekomendasi temuan Laporan Hasil Pengawasan Audit Inspektorat Kabupaten Buton Utara yang berhasil diperoleh Media ini, dikatakan, pengelolaan APBDes Tahun Anggaran 2020 pada Desa Laeya, Kecamatan Wakorumba Utara terdapat uang penarikan dana desa Tahun Anggaran 2020 yang dikuasai oleh Pj Kepala Desa Anton Iradat dan tidak diketahui keberadaannya, serta tidak ada bukti belanja senilai Rp. 344.919.980.

Sehingga Pj Kepala Desa Laeya yang dijabat oleh Laode Abdul Rislin, dengan memperhatikan rekomendasi temuan hasil pengawasan audit inspektorat tersebut, dirinya membuat surat perintah bernomor 145/III/Ly/2021 yang ditujukan kepada Anton Iradat untuk segera mengembalikan dana temuan tersebut, dengan rincian sebagai berikut:

BACA JUGA:  Hendak Membuka Tenda, Seorang Pria di Butur Meninggal Dunia Setelah Tersengat Listrik

1. Mengembalikan ke kas desa atas kegiatan yang belum direalisasikan senilai Rp 223.158.000,00.

2. Mengembalikan kas BUMDes Desa Laeya senilai Rp 84.466.000,00.

3. Membayarkan honor perangkat desa senilai Rp 18.188.000,00.

Selain itu Laode Abdul Rislin memberikan surat perintah bernomor 145/III/Ly/2021 yang ditujukan kepada La Runi yang saat itu sebagai Kaur Keuangan di Desa Laeya untuk melengkapi bukti-bukti kegiatan sebagai penunjang pertanggungjawaban atas kegiatan Posyandu yang tidak dilengkapi dokumentasi kegiatan serta daftar hadir peserta Posyandu senilai Rp 8. 000.000.

Salah serang Perangkat Desa Laeya, La Ode Bungi yang saat ini menjabat Kaur Keuangan Desa Laeya, membenarkan adanya surat perintah yang ditujukan kepada Anton Iradat dan La Runi, terkait dana temuan tersebut.

Menurut pengakuan La Ode Bungi, disetiap pencairan dana desa pada saat itu, keterlibatan La Runi soal dugaan korupsi yang mencapai ratusan juta itu disaat La Runi masih menjabat Kaur Keuangan Desa Laeya.

Lanjut La Ode Bungi, pada saat pencarian dana desa, La Runi yang saat itu menjabat Kaur Keuangan telah menandatangani slip-slip penarikan dana desa sebanyak 3 kali pencairan di tahun 2020.

BACA JUGA:  Massa Aksi Minta Pj Bupati Mubar Copot Kadis Kesehatan 

“Dia (La Runi) menandatangani slip pencairan itu terus dia serahkan sama Pak Anton Iradat,” ungkap La Ode Bungi kepada sejumlah awak media, Kamis (23/6/2022).

Hingga berita ini diterbitkan mantan Pejabat Kades Laeya, Anton Iradat belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangannya.

Sementara itu, mantan Kaur Keuangan desa Laeya, La Runi saat dikonfirmasi melalui telfon selulernya tidak aktif.

 

Laporan:Tim

Total Views: 456 ,

Comment