Kayu Ilegal Diangkut KSDA Butur Unit II, Barang Bukti Baru Sebagian Diamankan

Yus Asman
Ketgam: Barang Bukti yang tidak diangkut hanya dibiarkn di Hutan oleh pihak KSDA Butur Unit II.

BUTON UTARA, SiberSultra.id – Petugas Konservasi dan Sumber Daya Alam (KSDA) Buton Utara (Butur) unit II menyita sebanyak 5 kubik kayu dan diamankan di kantor KSDA unit II di desa rante gola, kecamatan Bonegunu.

Pasalnya, Petugas KSDA Butur unit II telah menyita 5 kubik lebih kayu ilegal di Desa Bubu dan Bubu Barat kecamatan Kambowa. Namun yang diangkut untuk dijadikan barang bukti hanya 5 kubik saja. Sementara sisanya tidak di angkut.

Jenis kayu batu yang disita itu diduga hasil pembalakan liar. Saat ini kayu yang 5 kubik itu telah diamankan di kantor KSDA Desa Ronta, kecamatan Bonegunu. Sedangkan sisanya dibiarkan di hutan.

BACA JUGA:  Buron Selama 9 Bulan, Pelaku Penipuan Sebesar Rp 2.7 Miliar Berhasil Diamankan

Saat di temui Kepala Resort Konservasi Sumber Daya Alam Buton Utara II, Yusri mengatakan dirinya melakukan penyitaan terhadap kayu tersebut lantaran jenis kayu batu itu diolah dari hutan kawasan negara.

Barang Bukti yang tidak diangkut hanya dibiarkan di hutan oleh pihak KSDA Butur unit II.

“Setelah kami cek kayu itu, memang asal dari kawasan kita, kawasan hutan negara,”katanya saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (24/05/2023) lalu.

BACA JUGA:  Sambut HUT Ke-15, Pemdah Butur Gelar Kejuaraan Sepak Bola Bupati Cup III Tahun 2022

Yusril mengungkapkan, jenis kayu batu yang disita seharusnya lebih dari 5 kubik. Namun keterbatasan anggaran dan kendala kendaraan sehingga tidak bisa diangkut semuanya.

“Kemarin itu kami tidak muat semua, karena mobil, kondisi jalan, lebih dari 2 kubik,”ungkapnya.

Ia juga mengaku hingga saat ini pelaku ilegal loging tersebut belum diketahui.

“Kita ini belum tau yang punya kayu. Kami ini barang temuan. Yang kami mintai keterangan itu dia tidak tau juga. Kami bawa ini supaya kami tau siapa yang punya kayu,”tuturnya.

BACA JUGA:  Bupati Butur Resmikan Jaringan PLN di Desa Langere

Lporan: Redaksi.

Total Views: 409 ,

Comment