KSP Moeldoko Akan Berkunjung di Butur, Muh Istighfar: Ini Memberi Angin Segar Untuk Daerah

Yus Asman
Ketua BPC HIPMI Butur, Muh Istighfar, SH,.MH

BUTON UTARA, SIBERSULTRA.ID – Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI Purn Dr. Moeldoko beserta rombongan Staf Presiden dijadwalkan bakal melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Buton Utara (Butur) tepatnya pada Senin 17 Oktober 2022.

Kedatangan KSP Moeldoko tersebut dalam kunjungan kerjanya berdasarkan surat kantor staf kepresiden republik indonesia nomor : B-284/Set/KSP/10/2022.

Kunjungan ini memberi angin segar untuk daerah kabupaten Butur, dimana tidak semua daerah di indonesia dikunjungi langsung oleh kepala staf kepresidenan yang juga merupakan ketua ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Mudah Indonesia (HIPMI) Kabupaten Butur Muh Istighfar, saat ditemui awak media di kediamannya.Minggu (16/10/2022).

Muh Istighfar mengatakan tentunya kunjungan kerja yang dilakukan KSP Moeldoko ini akan megecek secara langsung untuk dilaporkan kepada presiden tentang kesiapan serta potensi apa saja yang bisa dikembangkan di Butur.

“Hal itu Guna mendukung kebijakan Presiden jokowidodo yang saat ini menjadi program strategis nasional,” kata Istighfar

Istighfar menjelaskan ditengah situasi resesi yang melanda dunia saat ini seluruh negara melakukan pembenahan dan merubah strateginya secara cermat.Hal ini diawali dengan pandemi Covid 19 yang melanda dunia sejak awal 2020.

Belum sempat berbenah dunia kembali dihadapkan pada peperangan antara rusia vs ukraina yang berimplikasi terhentinya pasokan dan transport bahan baku produk pangan seluruh dunia hingga berdampak inflasi terhadap ekonomi secara global tidak terkecuali indonesia.

BACA JUGA:  Ketua PPWI Sultra Resmi Terdaftar Pada Pilcaleg 2024 melalui Partai Gerindra 

Dan ini memaksa seluruh negara menghentikan secara perlahan ekspor produk pokok dalam negerinya demi mempertahankan mengangkat kebutuhan pokok untuk mencukupi permintaan dalam negerinya yang terus meningkat.

“Beberapa kali kita melihat di TV, dimedia sosial, himbauan presiden dan seluruh menteri tentang situasi ini, yang mungkin kita tidak sadari karena prosesnya begitu pelan tetapi terus bejalan kearah yang mencemaskan setiap harinya.Hal itu terlihat dari produk domestik bruto (PDB) yang menurun,” terangnya.

Kata dia, pertumbuhan ekonomi rill bernilai negatif selama dua kuartal berturut turut, naiknya harga bahan pokok di pasar pasar rakyat, sampai pada situasi semakin sulitnya lapangan pekerjaan.

Lanjut, Istighfar mengungkapkan dalam situasi saat ini presiden memerintahkan kepada seluruh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, termaksud kabupaten Butur untuk mencanangkan swasembada kebutuhan pokok melalui kebijakan-kebijakan yang strategis dari pemerintah pusat sampai daerah,

“Demi memuluskan semua itu pemerintah pusat tegas memangkas aturan birokrasi yang kesannya memperumit langkah kebijakan itu sendiri,” jelasnya.

Karena Menurutnya, Hal yang paling dititik beratkan presiden saat ini adalah swasembada pangan dalam negeri dimana seluruh daerah yang mempunyai lahan pertanian wajib dioptimalisasi untuk kebutuhan pokok.

Perintah itu bahkan lebih spesifik disampaikan agar lahan ditanami tanaman pangan atau perkebunan dalam rangka menopang kebutuhan keluarga, daerah bahkan nasional.

“Langkah antisipasi ini berulang ulang di suarakan presiden baik di pusat kepada pejabat pusat dan di daerah kepada seluruh kepala daerah demi tercitapnya ketahanan nasional,” ucap ketua BPC HIPMI Butur.

BACA JUGA:  Cari Ikan di Perairan Tanjung Lelamo, Nelayan Asal Butur Dikabarkan Menghilang

Lebih Lanjut, Mantan Legislator Kabupaten Butur Periode 2014-2019 ini juga menjelaskan berdasarkan data RTRW serta kajian yang telah dilakukan secara akademik butur merupakan daratan rendah dengan luasan 1.923 kilometer persegi serta keadaan tanah yang sangat subur terutama yang terletak pada pesisir pantai sangat cocok untuk pertanian baik tanaman pangan maupun tanaman perkebunan.

“Sementara disisi lautnya yang luasnya 2.500 kilometer persegi tentunya hampir seluruh wilayahnya berbatasan dengan selat dan lautan,” ujarnya.

Menurutnya, Potensi ini tentunya sangat layak dan sejalan dengan arahan bapak presiden jokowidodo tentang pemanfaatan lahan pertanian, bahkan bukan hanya bisa menunjang kebutuhan keluarga di kabupaten Buton utara tetapi juga bisa menopang kebutuhan nasional.

Apalagi luas lautannya lebih besar ketimbang daratan hanya saja selama ini pengelolaan hasil laut masih tradisional yang tentunya untuk mencapai targat pemerintah pusat perlu pengelolan secara profesional baik itu produksinya maupun hilirisasinya.

Ketua BPC HIPMI Butur ini mengatakan kedatangan KSP Moeldoko beserta rombongan bisa menjadi momentum yang baik bagi pemerintah, petani dan pengusaha lokal dalam menciptakan peluang Pemerintah Kabupaten sebagai perpajangan tangan pemerintah pusat di daerah.

“Dengan begitu kita harus menyampaikan ke pak Moeldoko suport dalam hal kebijakan anggaran pusat berdasarkan pemetaan secara akademik tentang potensi pertanian yang sesuai dengan kondisi geografis kabupaten buton utara,” ucapnya.

Kata dia, pemerintah pusat melalui kabupaten dan stake holder harus memberikan peluang sebesar besarnya kepada petani dan pelaku usaha lokal kecil dan menegah.

BACA JUGA:  Ketua Komite I DPD RI Dukung Langkah Menteri ATR/BPN Berantas Mafia Tanah

Pemerintah pusat melalui kabupaten dapat memberikan peluang kepada Petani sebagai ujung tombak terus agar dilatih, ditingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dipenuhi kebutuhan penunjang pertaniannya dari skala tradisional menjadi professional.

“Dan usaha lokal mikro menegah difasilitasi dan dikanalisasi agar bisa tumbuh menjadi usaha yang profesional hingga menciptakan potensi sumber sumber okonomi yang baru,”pungkasnya.

Maka dari itu selaku ketua BPC HIPMI Butur mengharapkan sebagai pengusaha, petani dan masyarakat berharap peluang ini dapat di maksimalkan pemerintah dan masyarakat guna memberikan ide, pikiran, saran yang baik untuk kepentingan pembangunan di bumi tinadeakono sara yang kita cintai ini.

“Karena sesuatu yang baik dalam pencapainnya perlu adanya kerja keras dan kerjasama, tidak bisa hanya dilakukan oleh satu orang atau sekelompok saja, Kerja sama ini bisa kita mulai dari momentum ini dalam menyambut kedatangan bapak muldoko dengan suka cita,” tutup istighfar.

 

Laporan: Man.

Total Views: 470 ,

Comment