Daerah  

Ns Mengaku Tidak Mengalami Kekerasan Pada Bagian Vital, Ini Pernyataanya

Yus Asman

BUTON UTARA, SiberSultra.id – Pelapor inisial Ns mengaku sudah mencabut laporan terkait aduanya di Polres Buton Utara (Butur) kasus dugaan penganiayaan yang dialaminya yang diduga dilakukan oleh Briptu Ms.

“Ia betul saya sudah cabut laporan saya pada tanggal 12 juni 2023,” ucap Ns Kepada Awak media di ruangan Kasi Humas Polres Butur. Jumat (16/06/2023).

Sementara terkait penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor Briptu Ms, Ns mengaku bahwa kejadian yang sebenarnya itu tidak seperti yang telah diberitakan sebelumnya.

“Kalau untuk itu ceritanya tidak seperti itu sebenarnya, saya tidak mengalami penganiayaan seperti yang diberitakan,” tegasnya.

“Menganiaya bagian vital itu tidak benar adanya,”sambungnya.

Ns mengatakan terkait pemberitaan itu Ada beberapa media yang tidak melakukan konfirmasi kepadanya sebelum menerbitkan pernyataan seperti itu.

“Untuk itu saya sampaikan saya sudah tidak keberatan dengan pelaku dan sudah di selesaikan dengan secara damai,”tutupnya.

Sebelumnya pernah diberitakan, Terkait kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oknum anggota polres butur Briptu MS, saat ini sementara ditangani unit satreskrim Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dan pihak Propam polres butur.

BACA JUGA:  Bupati Butur Bersama DPRD Setujui Raperda APBD Tahun 2023 Menjadi Perda

Kapolres Butur, AKBP. Herman Setiadi melalui Kasi Humas, IPDA Rhianto Sarira mengatakan kasus dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oknum anggota inisial Briptu MS sementara ditangani unit satreskrim PPA dan bahkan MS sudah ditahan.

“Masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti atau pemeriksaan saksi. Kemudian masih butuhkan keterangan ahli”, katanya saat konferensi Pers di Aula Polres Butur, Senin (12/06/2023).

Rhianto mengungkapkan, pihak Satreskrim PPA Butur menerima laporan aduan NS selaku korban pada tanggal 2 Mei 2023 yang lalu.

“Berdasarkan data yang ada sama kami bahwa laporan pengaduan ini tanggal 2 Mei 2023, berarti sudah satu bulan yang lalu. Penyidik juga sementara bekerja. Kasus ini kan sudah beredar di media”, ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa NS ini sedang ditangani Satreskrim unit PPA bekerjasama dengan Kasi Propam Butur. Kata dia meskipun pelaku Briptu MS ini anggota perlakuan dimata hukum tetap sama.

BACA JUGA:  Lomba Domino Liga Alumni Smansaku Resmi Digelar, Angkatan 2001 Sebagai Juara Pertama

“Jadi kami dari Polres Butur menyampaikan bahwa kasus ini sementara ditangani Penyidik PPA bekerjasama dengan Kasi Propam Butur. Walaupun dia itu anggota, perlakuan tetap sama dimata hukum. Tetap diproses,”tegasnya.

Riantho bilang, jika kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan maka pihak Polres Buton Utara akan menyampaikan kembali perkembangan kasus tersebut kepada media.

“Nanti tiba kesimpulan gelar perkara, ketika kasus ini ditingkatkan ke penyidikan maka kami akan sampaikan perkembangannya,” terangnya.

Diwaktu yang sama Kasi Propam Buton Utara, IPDA Sukirman menjelaskan, saat ini terduga pelaku sudah diamankan.

“Kita sudah lakukan tindak lanjut, proses berjalan, penyelidikan. Kemudian selanjutnya sebagai langkah tegas kami bahwa yang diduga ini kita sudah memberikan tindakan. Yang bersangkutan saat ini kami amankan,”ungkapnya.

BACA JUGA:  Hasil Ops Lilin Candi 2023, Polda Jateng Sebut Angka Kecelakaan Menurun 31 Persen

Diketahui Briptu MS dan SN ini menjalin hubungan asmara. Namun setelah NS hamil Briptu MS malah membujuk NS untuk menggugurkan kandungannya, tapi NS tidak mau menggugurkan kandungannya itu.

Akibat tidak mau menggugurkan kandungannya, NS dipukul area sensitifnya oleh Briptu MS sebanyak tiga kali, sehingga NS mengalami keguguran. Atas kejadian ini NS melakukan pelaporan di Polres Buton Utara.

Laporan: Redaksi.

Total Views: 531 ,

Comment