Oknum KSDA Butur Diduga Ancam Petani Madu Akan Dipenjara Seumur Hidup, Sekda LSM LIRA Butur Angkat Bicara

Yus Asman

SIBERSULTRA.ID, Buton Utara – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Buton Utara (Butur) sangat menyayangkan tindakan Oknum Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Butur wilayah ll.

Oknum KSDA Butur Wilayah II diduga melakukan pengambilan paksa Hasil Madu hutan milik Masyarakat dengan melakukan pengancaman.

Diketahui, Mereka dinilai lakukan pengancaman dengan mengatakan bahwa masyarakat akan dipenjara seumur hidup jika tidak memberikan madu hutan kepada oknum KSDA Wilayah ll yang sementara Betugas di Desa Ronta Gola Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Butur.

Oknum KSDA Butur memberhentikan Masyarakat yang memiliki Madu hutan di tengah jalan di Desa Ronta Gola dan lakukan Pengancaman kepada masyarakat yang memiliki Madu hutan agar diberikan Kepada mereka.

“Jika masyarakat tidak memberikan madu maka mereka akan dipenjara seumur hidup,” kata Sekda DPD LSM LIRA Butur, Bayu Feri Setiawan, Minggu (21/01/2024) malam.

Lanjut, Bayu mengatakan Jika ditelisik lebih dalam oknum KSDA itu diduga telah melakukan kasus Pemerasan dan Pengancaman.

Dalam undang-undang KUHP pasal 368 barang siapa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan suatu barang yang seluruh atau sebagainya adalah milik orang itu atau orang lain diancam karena pemerasan, dengan pidana penjarah paling lama 9 tahun.

“Sementara dalam pasal pemerasan dalam KUHP Baru diatur dalam pasal 483 UU 1/2023 yang menerangkan bahwa pidana karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama 9 tahun,” beber Bayu.

Mengingat hal yang dilakukan oleh oknum KSDA Butur Wilayah ll yang telah melakukan Dugaan Pemerasan dan Pengancaman, pihaknya akan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan pemanggilan kepada Oknum tersebut.

Oknum KSDA Butur Wilayah II telah sewenang-wenang memaksa untuk mengambil Hasil Madu hutan milik masyarakat dengan cara pemerasan dan mengancam.

BACA JUGA:  Masyarakat Pesisir dan Nelayan Dihimbau Waspadai Erupsi Gunung Anak Krakatau

“APH harus segera mengambil langkah-langkah penegakan Supremasi Hukum agar oknum KSDA Butur Wilayah ll bisa mendapatkan efek jerah yang setimpal dengan tindakannya yang sewenang-wenang,”tutup Bayu.

Sebelumnya diberitakan, Beredar sebuah Video yang diduga oknum anggota Konservasi dan Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah Buton Utara (Butur) II, Kecamatan Bonegunu, disebutkan melakukan Pungutan Liar (Pungli) dan juga mengancam masyarakat.

Dalam video yang beredar dan viral itu terlihat tiga oknum itu mengambil gula madu milik masyarakat sebanyak satu jergen yang ada di mobil open cup.

Ketiganya, melakukan pemalakan dan menyita gula madu milik masyarakat itu terjadi di tengah jalan ronta, maligano, pada, Minggu (21/01/2024).

“Hari ini hari sial ku belaeeee, di sita madu ku sama KSDA belaeeee, enak nya orang kaya begini di apain eeee, minta infonya teman-teman Facebook, apa kah sy salah karna saya suda mencari d wilaya tugasnya mereka, minta pendapat nya,” tulis Akun Her Din di akun Facebooknya.

Selanjutnya akun Her Din melalui akun Facebook menuliskan agar kejadian tersebut dibantu untuk diviralkan.

“Bantu di viralkan, dgn cara di bagikan ke kawan-kawan kalian, Teman-teman Facebook, mohon di bantu… Yah salam basudara,” tulis Her Din.

Video viral berdurasi 1 menit 30 detik itu mendapatkan banyak komentar hangat dari netizen khususnya pengguna media sosial.

Datang dari akun Al Askar, dalam komentarnya “Kepala KSDA sebelumnya pernah membagikan bantuan alat penangkap lebah. Kalau memang di larang tangkap juga yg pernah membagikan bantuan sebelumnya”.

Saat di Konfirmasi, Kepala BKSDA Sultra, Sakrianto Djawi mengatakan Terkait viralnya video itu pihaknya sudah menerima laporanlaporan. Sementara yang bersangkutan akan mengklarifikasi.

“Oh iya itu sdh sy terima jg laporannya smntara ybs akan mengklarifikasi hal tsb..laporan klarifikasinya sdh d kirim k kami,” ucap Sakrianto kepada sibersultra.id melalui whatsappnya, Minggu (21/01/2024).

BACA JUGA:  Persyaratkan UKW Dewan Pers, Wilson Lalengke: Pejabat di Lingkungan Kemenkeu Pelihara Kedunguan

Adapun langkah selanjutnya, Kepala KSDA Sultra ini masih menunggu laporan lengkap dari kepala SKW II atasan langsung Yang bersangkutan.

“Kt tunggu laporan lengkap dari lapangan, dari Ka.SKW II atasan langsung ybs,” ungkapnya.

Menurut Sakrianto, secara tidak langsung yang di rugikan adalah masyarakat pencari madu di butur karena yang melakukan pengambilan madu tanpa izin itu adalah masyarakat Lawele, Pasar Wajo.

Sementara itu, Kepala Resort KSDA Wilayah Butur II, Yusri Batu mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Butur atas tindakan yang telah dilakukan bersama tim. Sebagaimana berita video yang telah beredar luas dan viral di masyarakat tentang penyitaan madu oleh pihak KSDA wilayah Butur II.

Sehubungan dengan itu bahwa Yusri Batu tidak melakukan penyitaan terhadap seluruh madu yang bersangkutan Atas nama Herdin, tapi cuma mengamankan menyisihkan 1 jergen 5 liter dari jumlah total 14 jergen yang dimuat dimobil.

“Itu untuk bahan pelaporan kami. Dan barang tersebut masih utuh diamankan dikantor resort KSDA Butur II,” kata Yusri melalui klarifikasinya.

Yusri mengaku, sebagai tindak lanjut dari keluhan masyarakat lokal atau pribumi petani madu buton utara, khususnya wilayah kerjanya.

Bahwa jumlah pendapatan madu mereka disetiap musim semakin berkurang akibat banyaknya orang pencari madu dari luar daerah khususnya dari desa Lawele Kabupaten Buton yang datang mencari madu di wilayah Buton Utara.

“Maka saya dan tim melakukan patroli rutin pengaman kawasan hutan di wilayah kerja kami,” jelas Yusri.

Lanjut, Yusri mengatakan, yang bersangkutan Herdin adalah bukan masyarakat asli buton utara tetapi berasal dari luar daerah yaitu desa Lawele Kabupaten Buton dan tidak memiliki lzin resmi melakukan kegiatan pemungutan hasil hutan berupa pengambilan madu dalam kawasan Konservasi SM Buton Utara, Kabupaten Buton Utara.

“Herdin dan kawan-kawan nya sudah pernah di peringatkan bahkan diberikan pernyataan dan dalam keadaan sadar bertanda tangan untuk tidak mengulangi perbuatannya melakukan kegiatan berupa pencarian madu dalam Kawasan konservasi SM Buton Utara tanpa lzin resmi,” ucap Yusri.

BACA JUGA:  Rugikan Keuangan Negara Sebesar Rp 447 Juta, Mantan Pj Kades Laeya Ditahan Polres Butur

“Dan surat pernyataan tersebut ada di arsip kantor kami sebagai bukti. karena hal ini sangat merugikan masyarakat petani madu lokal/pribumi berupa berkurang nya pendapatan mereka diaetiap musim madu,” sambungnya.

Terakhir, Yusri mengatakan, bahwa pihak BKSDA telah membangun kemitraan dengan masyarakat lokal/pribumi Kabupaten Buton utara.

“Mitra tersebut dengan membentuk kelompok petani madu dan memberikan bantuan berupa bahan dan alat tangkap untuk para petani madu disetiap desa di Butur,” terangnya.

Saat ditanyakan terkait adanya pengancaman dan pemerasan kepada warga petani madu hutan, Kepala Resort KSDA Butur Wilayah II mengatakan bahwa itu tidak benar.

Dirinya mengaku tidak pernah melakukan pengancaman apalagi sampai mengucapkan akan penjarakan mereka seumur hidup.

“Saya tidak pernah melakukan pengancaman itu. Apalagi sampai mengucapkan saya penjarakan mereka seumur hidup. saya cuma berikan arahan dan edukasi kepada mereka pencari madu luar tersebut agar melapor sebelum dan sesudah mencari madu agar kami identifikasi jumlah potensi madu dalam kawasan,” jelasnya.

Kemudian Yusri mengaku tidak pernah mengancam dan mengucapkan kalimat kalau tidak menyetor madu sama petugas KSDA akan ditangkap dan dipenjara seumur hidup.

“Dan madu 1 cergen tersebut masih utuh dan diamankan di kantor,” tutupnya.

Laporan: Redaksi.

Total Views: 6051 ,

Comment