Pelaku UMKM Kendari Diusir, Gempur Sultra Minta Walikota Untuk Berikan Solutif 

Yus Asman

KENDARI, Sibersultra.id – Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR) Sulawesi tenggara (Sultra) menolak pengusiran para pelaku usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di kawasan Rumah sakit abunawas kota kendari, Sultra.

Hal itu dikatakan oleh ketua GEMPUR Sultra, Ebit Wirawan saat menginvestigasi lokasi rencana pembangunan RTH, bersama dengan rekan-rekannya, Kamis (10/08/2023).

Ebit mengungkapkan, pemindahan para pelaku usaha UMKM menyusul adanya kebijakan Pemerintah Kota Kendari dalam hal ini walikota. terkait rencana Ruang Taman Hijau (RTH). Dimana kawasan rumah sakit abunawas tepatnya sembarang jalan akan ditata penempatannya untuk bagian RTH.

BACA JUGA:  100 Anak di Butur Ikut Sunat Massal, Ahali Ucapkan Terimakasih Kepada Pemprov Sultra

“Sedangkan dalam rencana pembangunan RTH ini tidak ada sama sekali solutif yang diberikan kepada masyarakat khususnya pelaku usaha UMKM,” ujarnya.

Ebit mengatakan dalam rencana pembangunan RTH ini banyak kemudian kerugian yang ditimbulkan oleh pelaku usaha UMKM, baik itu dari pemilik tanah maupun penyewa tanah tersebut.

Dari hasil pengamatan dan investigasinya, Ia mengaku bertemu dengan salah satu penyewa tanah yang mengeluh tidak adanya solutif untuk mereka yang notabenenya mencari kelanjutan bertahan hidup, belum lagi baru buka 2 bulan dan suda menyewa langsung 2 tahun dengan pertahunnya membayar sebesar Rp. 10 juta.

“Kami sudah menyampaikan beberapa pelaku usaha UMKM insyaallah pihaknya akan bersama sama mengawal persoalan ini sehingga Pemkot dalam hal ini walikota memberikan solusi terkait pengusiran maupun kerugian yang ditimbulkan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Buka Sosialisasi KKS Tingkat Butur, Ahali Butuhkan Komitmen Para Pihak 

Sebab, menurutnya ini berkaitan dengan kelangsungan hidup banyak orang belum lagi suda menjadi tempat tinggal mereka, tentu nya mereka akan tertekan dengan keadaan tersebut.

“Kami tidak menginginkan ketika mereka diusir mereka kebingungan lagi mencari nafkah di tempat lain,Dan memang ketika kami turun lapangan tadi bahwa akan dilakukan penyegelan diarea tersebut,” bebernya.

Terakhir, dirinya menegaskan pembenahan atau RTH perlu dilakukan, namun harus mempertimbangkan semua faktor sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

BACA JUGA:  Kapolres Butur Diminta Segera Tangkap Pelaku Penganiayaan Anak Dibawah Umur di Kulut

“Kami perlu mengingatkan kepada walikota Kendari untuk mengeluarkan kebijakan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Laporan: Redaksi.

Total Views: 660 ,

Comment