Pengadaan Bibit Kopi 9.9 Miliar Diduga Dikorupsi, Kejari Bombana Mengaku Belum Terima Laporan

Yus Asman
Ketgam: Mantan Bupati Bombana, Tafdil. Foto: Istimewa

KENDARI, Sibersultra.id – Pemerintah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2022 mengalokasikan anggaran sebesar 9,9 miliar untuk pengadaan bibit kopi.

Namun, pengadaan bibit kopi di bawa pemerintahan Bupati sebelumnya itu, Tafdil bersama Kadis Pertanian Bombana, diduga di korupsi. Pasalnya bibit kopi tersebut tidak sesuai spek seperti yang tertera dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Kemudian bibit kopi yang diperuntukan terhadap 58 kelompok tani itu diduga pembagiannya tidak merata dan ada dugaan mark up harga.

Atas dasar itu, beberapa masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Pemantau Penegakan Hukum (LPPH) Sultra belum lama ini menggelar aksi unjuk rasa di Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) dan meminta kepada komisi anti rasuah itu memeriksa mantan Bupati dan Kadis Pertanian Bombana.

BACA JUGA:  Dugaan Korupsi Pada 10 Paket Pekerjaan di Dinas BPBD Butur, Trinusa Bakal Lakukan Pelaporan di Kepolisian

Tak hanya itu, masyarakat juga melaporkan dugaan korupsi tersebut di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana.

Saat ditemui di salah satu warkop di Kendari,Kasi Intel Kejari, Oras Erwin Siregar mengaku tidak mengetahui soal laporan tersebut. “Tidak ada laporannya.

“Hanya memang kami melakukan pendampingan terhadap pengadaan bibit kopi itu, namun hasilnya kami serahkan di Kejati Sultra,” ucapnya. Jumat (23/06/2023).

Pihaknya melakukan pendampingan tambahnya karena Dinas Pertanian bersurat di Kejari, sehingga pihaknya turun langsung di lapangan.

“Kami membentuk tim untuk melakukan pendampingan mulai dari penyerahan sampai pembibitan,” bebernya.

BACA JUGA:  Optimalkan Penanganan Perkara Pidana, Kejaksaan RI, Mahkamah Agung dan TNI Teken MoU

Terkait berhasil atau tidak dengan penanaman bibit kopi itu bukan lagi bagian dari tanggung jawab Kejari.

“Kami hanya dampingi sampai pada penanaman. Persoalan hidup atau tidak bukan lagi kewenangan kami,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kasi Datun Kejari Bombana, Wishnu Hayu bahwa pihaknya tidak mengetahui soal laporan dugaan korupsi pengadaan bibit kopi.

“Kami tidak terima laporan. Tetapi kami pastikan dulu apakah masuk laporannya atau tidak,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Sultra, Dodi juga mengaku belum menerima laporan terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret nama mantan Bupati Bombana, Tafdil dan Kadis Pertanian.

BACA JUGA:  Pengurus Hipma Butur Makassar Periode 2024-2025 Resmi Dilantik

“Dugaan kasus itu belum ada laporannya sama kami, coba cek di Kejari Bombana,” tandasnya.(*)

Laporan: Redaksi.

Total Views: 539 ,

Comment