Sosbud  

Pengurus Lembaga Adat Tolaki Butur Resmi Dikukuhkan, Nurdin Rianse Paparkan Program Kedepan

Yus Asman

BUTON UTARA, SIBERSULTRA.ID – Dewan Pengurus Daerah Lembaga Adat Tolaki (DPD-LAT) Kabupaten Buton Utara (Butur), Provinsi Sulawesi tenggara (Sultra), periode 2022-2027 resmi dikukuhkan.

Anggota Pengurus DPD-LAT Butur dikukuhkan secara resmi oleh Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Pusat (DPP) LAT Sultra, Bisman Saranani, di Hotel Wasilomata, Kecamatan Kulisusu, Sabtu (24/9/2022).

Pengukuhan itu berdasarkan Surat Keputusan DPP-LAT Nomor 037/Kpts/DPP-LAT/2022. dengan mengusung tema “Melalui pengukuhan (Pomborehu’a) Pengurus Daerah Lembaga Adat Tolaki Kabupaten Buton Utara pererat hubungan silaturahim dengan pemerintah daerah, paguyuban, etnis daerah dalam melestarikan budaya dan adat istiadat sebagai mitra pemerintah daerah”.

Ketgam: Prosesi Pelantikan pengurus Lembaga Adat Tolaki Kabupaten Buton Utara periode tahun 2022-2027.

Ketua DPD LAT Sultra Nurdin Rianse, mengungkapkan dengan terbentuknya pengurus DPD-LAT Butur ini kedepan pihaknya akan lakukan rapat untuk menyusun program kegiatan.

Adapun langkah pertama yang dimaksud melakukan sosialisasi tiap kecamatan sekaligus mendata Rilnya Warga Suku Tolaki yang tersebar di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Butur.

BACA JUGA:  Buka Diklatsar KSR PMI Butur, Ahali Imbau Agar Ikhlas Dalam Melaksanakan Misi Kemanusiaan 

“Kita akan turun kelapangan melihat dan bertemu langsung masyarakat suku Tolaki yang berada di Butur,” Kata Nurdin Rianse Kepada Sibersiltra.id Saat di temui di sekretariat DPD-LAT Butur.Minggu (25/9/2022).

Berdasarkan hasil pendataan tahun 2018 hampir 500 kepala keluarga (KK) yang populasi orang Tolaki, baik bidang sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), bidang Aparat keamanan dan juga petani yang bergerak di sumber daya alam.

Ketgam: Pelantikan dan penandatanganan SK pengurus DPD LAT Butur oleh Sekjen DPP LAT Sultra Drs.Bisman Saranani, M.Si.

“Saat ini kami perkirakan akan bertambah jumlah KK populasi orang Tolaki di Butur,” ucapnya.

Selaku Ketua DPD-LAT Butur Nurdin Rianse mengaku pada gilirannya bagi masyarakat khususnya Suku Tolaki supaya exist pada adat istiadat, agar adat betul-betul tegak kepada masyarakat Tolaki yang ada di Butur.

“Bagaimana istiadatnya orang Tolaki, itu yang perlu kami lakukan,” ujarnya.

Nurdin Rianse menjelaskan Lembaga Adat Tolaki tetap akan bersinergi bersama pemerintah daerah maupun dengan panguyuban lainya lebih khususnya kita akan berkolaborasi terkait adat istiadat.

BACA JUGA:  Perdana, PGRI Bonegunu Gelar Upacara Peringatan HGN dan HUT PGRI ke 78 

“Yaitu Antara adat Kulisusu dan adat orang Tolaki,” pungkasnya.

Menurutnya, Lembaga adat merupakan budaya daerah yang perlu di lestarikan.Secara scop nasional tentunya budaya merupakan kekayaan bagi nasional.

Berikutnya, setelah semua tertata ada program yang akan dilakukan yaitu pendidikan kemasyarakatan,pendidikan akhlak yang menyangkut tentang adat istiadat.

“Kita akan sosialisasi agar adat istiadat kita akan pegang teguh,” ungkapnya.

Hal itu kata dia, tidak berarti akan adanya persaingan dengan adat daerah setempat akan tetapi akan menjujung tinggi adat yang berlaku di daerah Butur.

Salah satu contohnya terjadi kawin mawin tentunya adat perkawinan orang Tolaki mempunyai ciri khas tersendiri dalam pelaksanaanya.

“Jadi kalau anak kami perempuan maka kita akan berlakukan adat Tolaki begitu pula sebaliknya jika anak kami laki-laki maka yang di berlakukan adalah adat daerah setempat,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya memaparkan kedepan pihaknya akan mengadakan pelatihan tata cara melamar dalam artian pelatihan “Tolea Pabitara”.

BACA JUGA:  Kadin Sultra Berikan Bantuan Dana PNBP Bagi Pelaku UMKM, Kemenkumham Sultra Berikan Apresiasi

Tolea Pabitara adalah juru bicara.Tolea adalah juru bicara pihak laki-laki dan Pabitara juru bicara pihak perempuan yang menerima adat

Kemudian adat istiadat lainya tentang kesenian dengan cara membuka sanggar seni yang akan mengajarkan budaya kesenian suku Tolaki.

“Diantaranya tarian mondotambe,lariangi,modinggu,dan lulo memakai gong dan lain sebagainya yang berhubungan dengan adat Tolaki,” tutupnya.

 

Laporan: Man

Total Views: 578 ,

Comment