News  

Pokja Diduga Menabrak Aturan di Sistem Tender Elektronik, Ketua DPC PPWI Konawe Angkat Bicara

Yus Asman

SIBERSULTRA.ID, KONAWE – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi tenggara (Sultra) Andi Sulfitra, Angkat Bicara Menanggapi Tentang Pengadaan barang dan jasa yang dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) di sistem LPSE diduga menabrak aturan.

Seharusnya Pengadaan tersebut harus dijalankan Secara profesional didalam peraturan perundang undangan tentang pengadaan barang dan jasa di kabupaten Konawe, Provinsi Sultra.

“Terkait Tender pekerjaan pembangunan vaking blog di dinas lingkungan hidup kabupaten Konawe, nilai pagu anggaran Rp.420,000 000 yang diduga Menabrak Aturan pengadaan,” ucap Ketua DPC PPWI Konawe, Andi Sulfitra saat dikonfirmasi oleh media ini.Rabu (23/11/2022).

Andi Sulfitra mengatakan terkait tender pekerjaan vaking blog yang melekat di dinas Lingkungan Hidup Konawe CV yang di menangkan tidak sesuai mekanisme, seharusnya pihak Pokja Konawe mengundang CV Aziza untuk pembuktian tetapi apa yang terjadi tiba-tiba CV aziza tidak diundang untuk pembuktian.

BACA JUGA:  Gaji P3K Belum Dibayarkan, Andi Ifitrah Minta KSK Junjung Tinggi Nilai Kemanusiaan

Kata dia, yang diundang hanya nomor urut peserta dua dalam hal ini CV Berkah Latisha yang diundang dan di tetapkan sebagai pemenang tender.

“Ada apa pihak pokja, saya menduga bahwa ada permainan antara Pokja ULP dengan kontraktor CV Berkah Latisha ataupun dinas terkait,” katanya.

“Karna apa,” sambungnya.

Pihak Pokja ULP yang menangani sistem LPSE Tender pengadaan pekerjaan vaking blog tersebut diduga sudah tidak sesuai peraturan lagi, tiba -tiba ada evaluasi Pokja. Dimana mengatakan bahwa CV aziza telah gugur tender karna bukti kepemilikan peralatan yang berupa STNK sudah tidak berlaku lagi.

“Dan daftar isian personil menejerial tidak lengkap dan tidak melampirkan referensi kerja dari pemberi pekerjaan NIB terbaru yang dilampirkan tidak sesuai KBLI Yang disyaratkan di dalam LDK,” tuturnya

BACA JUGA:  Ketum FRN Polri: Bila Ada Kapolres Blok Nomor Wartawan Dianggap Penghianat Program Presisi Kapolri

“Ada apa pihak panitia, dalam hal ini Pokja ULP kabupaten Konawe,” tanyanya

Selaku ketua DPC PPWI Konawe Andi sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, pihaknya akan mendindak Lanjut ke Aparat penegak hukum (APH) supaya ada efek jera.

“Saya harapkan pihak APH di Provinsi Sultra segera melihat di dalam LPSE kabupaten Konawe untuk diselidiki karna tender proyek di sistem LPSE terbuka secara nasional,” tutup ketua DPC PPWI Konawe.

Sementara itu pihak direktur Cv Aziza mengaku telah dirugikan terkait adanya tender pekerjaan vaking blog yang melekat di dinas Lingkungan Hidup Konawe.

“Saya ini telah dirugikan terkait adanya Tender pekerjaan vaking blog tidak sesuai lagi yang di jalankan Pokja tiba – tiba ada evaluasi yang tidak masuk akal,” katanya.

Ia, berharap agar pihak Pokja harus profesional menjalankan pengadaan sesuai peraturan perundang-undangan tentang pengadaan.

BACA JUGA:  Rugikan PT Surveyor Indonesia Cabang Makassar Sebesar Rp 20 Miliar Lebih, TSK TY Resmi Ditahan

“Saya sudah berharap pihak Pokja harus profesional menjalankan pengadaan sesuai peraturan perundang undangan tentang pengadaan tetapi apa yang saya rasakan hari baru saya tidak di undang lagi oleh Pokja ada apa ini,” tutup direktur Cv Aziza.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak terkait.

 

Laporan: Redaksi.

Total Views: 498 ,

Comment