Daerah  

Rapat Pembentukan BUMDes Eerinere Dinilai Tidak Sesuai Permendes, Ini Tanggapan Kades

Yus Asman
Ilustrasi

BUTON UTARA, Sibersultra.id – Salah satu unsur masyarakat desa Eerinere, kecamatan kulisusu, kabupaten buton utara (Butur) Ali janatin menyatakan komplain atas rapat pembentukan pengurus badan usaha milik desa (BUMDes) Eerinere.

“Peserta rapat tidak mencerminkan permendes Nomor 16 tahun 2019,” ucap Ali janatin kepada sibersultra.id. Minggu (25/06/2023) malam.

Kata dia, para tokoh masyarakat yang hadir tidak jelas ketokohannya dari unsur mana. Dan para tokoh yang menurutnya bisa dibilang tokoh masyarakat tidak diundang.

“Rapat Musdes tidak sesuai permedes,” terangnya.

Karena itu, Ali Mengungkapkan apapun yang di hasilkan itu ilegal atau cacat demi hukum.Pengurus baru yang di bentuk tidak jelas dasar hukumnya atau merujuk peraturan apa.

“Apabila kemudian hari terjadi serahterima kepengurusan saya katakan itu tindakan perampasan,” tegasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi Kades Eerinere Yanto mengungkapkan terkait hal itu bukan persoalan permendes tetapi tak lain semata-mata untuk menyelamatkan BUMDes Eerinere.

BACA JUGA:  Kades Eensumala: Kesejahteraan Masyarakat dan Sektor Pendidikan Prioritas Utama.

“Kami juga sudah mempertanyakan di DPMD dan Inspektorat Butur, mereka menyuruh saya secepatnya lakukan rapat pengurus yang baru untuk menyelamatkan BUMDes,” ucap Yanto via telepon seluler. Sabtu (25/06/2023).

Kades Eerinere mengatakan sudah hampir setengah tahun ini BUMDes Eerinere tidak terlaksana dengan baik bahkan pihak pemerintah Desa hampir tidak Terima.

“Maka dari itu secepatnya saya lakukan untuk menyelamatkan BUMDes, karena Bumdes Eerinere hari ini sudah tidak jelas,” bebernya.

Kades Eerinere juga mengatakan pembentukan pengurus BUMDes ini di bentuk melalui musyawarah mufakat masyarakat, kalau DPMD sudah setuju berarti Sah-sah saja.

Kalau terkait masyarakat tidak diundang pada saat rapat kemarin, masyarakat ini kadang di sebarkan undangan hanya sebagian kecil yang hadir, kadang juga tidak dapat undangan tetapi sempat juga hadir walau tidak punya undangan.

BACA JUGA:  Terkait Diduga Mark Up Hingga Ratusan Juta Rupiah, Ini Tanggapan Kades Andadowi

“Jadi madsut saya, biar tidak dapat undangan tetap hadir saja, Anggaran masih di bekukan jadi kalau mau undang semua masyarakat kita mau ambilkan anggaran dimana,” terangnya.

“Makanya hanya tokoh tokoh masyarakat saja yang di undang,” sambungnya.

“Bumdes ini pemilihannya tidak secara langsung hanya semacam Melalui Votting pada saat rapat,” ucap Kades Menambahkan.

Maka dari itu, sebelum mengadakan rapat pengurus, dirinya sampaikan kepada para perangkat agar undang tokoh-tokoh masyarakat dengan BPD dan semua para lembaga yang ada di desa agar dibentuk segera pembentukan pengurus baru untuk menyelamatkan Bumdes.

Yang terpenting sebelum rapat pembentukan kepengurusan BUMDes pihaknya sudah lebih dulu komunikasi dengan pihak DPMD dan Inspektorat.

BACA JUGA:  Bersama Danrem 143/HO, FRN Sultra Sepakat Jaga Kodusifitas Keamanan Pemilu 2024

Lanjut, Untuk serah Terima kepengurusan yang baru saya harus laporkan dulu lagi ke DPMD, kemudian buat penerimaan aset.

“Saya sampaikan tidak ada hal dan tujuan lain, yang saya lakukan ini untuk menyelamatkan BUMDes Eerinere,” tutupnya.

Laporan: Redaksi.

Total Views: 435 ,

Comment