Relasi Membaca dan Menulis

Yus Asman

SiberSultra.id, Buton Utara – Ada yang beranggapan bahwa menulis adalah aktivitas yang cukup rumit untuk di kerjakan, baik dari segi penyusunan konsep, kata, dan tata letaknya. Dalam menulis sangat di butuhkan kemahiran untuk menguasai konsep, kata, dan lain sebagainya, akan tetapi menulis juga bagian dari aktivitas yang menyenangkan.

 

Jika ada seseorang yang hobi menulis, tentunya baginya pekerjaan menulis bukanlah hal yang cukup rumit, hal ini dikarenakan melatih terus daya kepenulisannya sehingga bisa menulis walaupun tidak setenar pada tokoh-tokoh penulis yang lain. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan hanya mungkin kita saja yang masih berasumsi tidak bisa menulis.

 

Hampir serupa dengan membaca, membaca bukanlah perkara yang mudah pula, sebab membaca juga akan menguras tenaga kita, seperti baru beberapa halaman sudah rasa mengantuk, bahkan mungkin tidak faham apa yang kita baca. Hal ini memang sering kali terjadi pada diri kita.

BACA JUGA:  Miris, Rompi Jukir di Kota Makassar Compang Camping Layaknya Pakaian Gembel

 

Alfan Alfian dalam bukunya “Bagaimana Saya Menulis” menjelaskan bahwa membaca dan menulis adalah dua hal yang berbeda akan tetapi keduanya memiliki hubungan yang tak terpisahkan, bagi seorang yang suka membaca akan semakin meningkat daya wawasannya yang lebih luas, maka tidak menutup kemungkinan wawasan atau pengetahuan itu disalurkan melalui tulisan ataupun lisan.

 

Alfan Alfian percaya bahwa siapapun penulis pasti Berawal dari Membaca, sederhananya adalah apakah ada seorang penulis yang tidak membaca? Lalu bagaimana bisa ia menulis tanpa ada konsep atau pengetahuannya untuk menguraikannya?

 

Tidak sedikit banyak orang hanya beberapa saja yang dapat menulis, salah satu faktor nya adalah kurangnya membaca. Membaca bukan hanya berbicara persoalan kita meningkatkan pengetahuan tetapi juga melatih kita untuk menulis, maka sangat urgen apabila kita ingin menulis diiringi dengan giat membaca.

BACA JUGA:  Sambut Bulan Bakti Pewarta Warga, DPN PPWI Gelar Diklat Jurnalistik Gratis

 

Membaca dalam hal ini, bukan hanya membaca buku seperti yang kita lakukan, tetapi bisa juga membaca situasi dan hal-hal lainnya, membaca Disni bersifat universal. Apalagi di era digitalisasi, sangat memudahkan kita menerima informasi untuk bisa kita membaca, sehingga akan selalu muncul tanggapan yang apabila kontroversi memungkinkan kita untuk menanggapi, salah satunya adalah menanggapi lewat tulisan.

 

Kita ketahui bersama, membaca dan menulis adalah aktivitas yang cukup rumit, akan tetapi apabila kita terus melatihnya tidak menutup kemungkinan kita bisa melakukannya, dalam buku”Bagaimana Saya Menulis” Alfan Alfian menuliskan bahwa seorang yang ingin menulis harus terus membaca dan yang paling penting pula adalah melatihnya, sebab semua tidak instan penulis yang baru menulis harus terus melatih dan terus meningkat kualitas menulisnya.

 

Dari sini kita bisa lihat, bahwa membaca dan menulis adalah dua hal yang bisa kita lakukan, dengan membaca bisa menambah wawasan sehingga untuk mengaktualisasikan pengetahuan bisa di tulis melalui tulisan kita baik di buku pada umumnya ataupun di media sosial kita. Alfan Alfian menganjurkan kepada kita apalagi yang ingin menulis baik opini atau ilmiah caranya adalah dengan terus membaca dan melatih untuk menulis.

BACA JUGA:  SMAN 2 Wangi-Wangi Gelar Upacara Peringati Hari Sumpah Pemuda, Hasanuddin: Bangkitkan Semangatmu Raih Cita-Citamu

 

Penulis : Arjun

Total Views: 703 ,

Comment