Daerah  

Sekda Butur Ingatkan Tiga Potensi dan Manfaat Pengembangan REGSOSEK

Yus Asman

BUTON UTARA, SIBERSULTRA.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton Utara (Butur) Muhammad Hardhy Muslim membuka dengan resmi Rapat Koordinasi Daerah (Rakoorda) Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (REGSOSEK) Tahun 2022, Bertempat di Aula HB Hotel. Selasa (20/9/2022).

Sekda Butur Hardhy Muslim saat membacakan sambutan Bupati Buton Utara mengatakan REGSOSEK merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan Satu Data Program Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia, yang konsepnya telah di rancang oleh Pemerintah Pusat sejak tahun 2020.

Bantuan sosial (Bansos) merupakan bagian dari perlindungan sosial yang dalam penyalurannya harus tepat sasaran pada masyarakat yang membutuhkan, termasuk yang terkena guncangan pandemi Covid-19. Lanjut Hardhy Muslim.

“Namun, jenis dan jumlah program Bansos terus bermunculan sejak Maret 2020 lalu,” kata Hardhy

Ia mengungkapkan Kondisi tersebut terjadi karena adanya pendataan dari beberapa Kementerian dan Lembaga yang belum terintegrasi, serta para produsen data dalam melakukan pembaruan data belum sesuai metode dan disiplin ilmiah.

Akibatnya, kata dia, sejak dua tahun terakhir Pemerintah melakukan pendataan atas nama masyarakat kurang mampu mengeluarkan biaya sebesar 12 triliun rupiah pertahun.

BACA JUGA:  Lakalantas Motor Vs Motor Terjadi di Jalan Poros Membuku Desa Kadacua

“Angka ini setara dengan memperbaiki 600 ribu rumah sangat sederhana Kementerian PUPR,” Ungkap Hardhy Muslim sambil menunjukan sumber data BAPPENAS.

Selanjutnya, mantan Kabag hukum kota Baubau ini mengungkapkan Pemerintah Pusat kemudian memperbaiki dan melengkapi data sosial ekonomi yang mencakup seluruh penduduk dengan menciptakan ekosistem pendataan perlindungan sosial yang terintegrasi secara menyeluruh dan kegiatan tersebut diamanahkan kepada Badan Pusat Statistik sesuai Undang-Undang Statistik No. 16 Tahun 1997 Pasal 11 ayat 1 dan 2.

REGSOSEK merupakan sistem dan basis data seluruh penduduk yang mencakup profil dan kondisi sosial ekonomi yang beragam mulai dari kondisi demografi, perumahan, keadaan disabilitas, kepemilikan aset, dan juga informasi geospasial hingga tingkat desa/kelurahan.

“Informasi yang komprehensif ini memungkinkan REGSOSEK sebagai sumber untuk menyajikan peringkat kesejahteraan penduduk dan meningkatkan ketepatan sasaran program-program perlindungan sosial pemerintah,” Jelas Hardhy Muslim.

Diakhir sambutannya, Hardhy juga mengingatkan tiga hal atas potensi dan manfaat pengembangan REGSOSEK. Pertama, REGSOSEK adalah basis data yang harus kita mutakhirkan secara berkala, sehingga partisipasi aktif masyarakat dan pihak yang berkepentingan sangat penting dalam pembaruan data secara berkesinambungan.

BACA JUGA:  Wabup Butur Ahali Himbau Kontraktor dan Pengawas Agar Bekerja dengan Baik

Terutama bagi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten selaku bagian dari Gugus Tugas REGSOSEK diinstruksikan berperan aktif dalam memberikan informasi dan publisitas seluas-luasnya kepada masyarakat terkait penyelenggaraan REGSOSEK di Butur.

Selanjutnya yang Kedua, REGSOSEK merupakan basis data yang harus dioptimalkan pemanfaatannya dalam setiap perencanaan dan implementasi program pembangunan.

Maka Bappeda harus dapat berperan dalam merancang dan mengembangkan program peningkatan kapasitas pemanfaatan REGSOSEK dengan baik dan program kerja maupun bantuan yang berkaitan langsung dengan masyarakat dapat memanfaatkan informasi dari basis data REGSOSEK.

Serta yang ke tiga, REGSOSEK adalah salah satu upaya Pemerintah dalam mewujudkan satu Data program perlindungan dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh lembaga dan instansi pemerintah untuk bekerjasama dan saling berbagi memanfaatkan data hasil REGSOSEK sebagai dasar dalam pembangunan di Butur.

BACA JUGA:  Pimpin Rakoor Tim PPS, Wabup Butur: Wujudkan Pembangunan Tanpa Masalah

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Butur Musdin menambakan bahwa tema Rakorda kali ini adalah “Mencatat untuk Membangun Negeri: Satu Data Program Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat”,

Untuk itu Ia berharap, agar berbagai Kementrian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta akademisi harus bekerja sama berkolaborasi dan berkonsolidasi demi suksesnya pendataan REGSOSEK secara nasional maupun di Kabupaten Buton Utara.

“Tidak ada satu orangpun yang tidak terdata. No one left behind,”Tutup Musdin.

 

Laporan: Man

Total Views: 514 ,

Comment