Sekretaris Komisi II DPRD Butur Lakukan Reses di Desa Langere dan Bumi Lapero

Yus Asman
SEKRETARIS KOMISI II DPRD KABUPATEN BUTON UTARA, NASRI SAAT TURUN MELAKUKAN RESES DI DESA LANGERE, KECAMATAN BONEGUNU,BUTUR.SABTU (12/2/2023).

BUTON UTARA, SS – Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur), Fraksi Partai Demokrat , Nasri melakukan reses didaerah pemilihannya untuk berdialog serta menampung aspirasi masyarakat.

Kegiatan reses masa sidang pertama Tahun 2022 – 2023 ini dilakukan didua desa diantaranya Desa Langere, Kecamatan Bonegunu dan Desa Bumi Lapero, Kecamatan Kulisusu Barat.Sabtu (11/2/2023).

Nasri yang juga Ketua Partai Demokrat Butur mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk menjemput aspirasi masyarakat yang harus diperjuangkan di legislatif.

Saat reses di Desa Langere, masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani rumput laut memintanya untuk mendapat bantuan tali bagi petani rumput laut.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar Desa Langere untuk nobatkan sebagai kampung budidaya rumput laut. Hal itu karena masyarakat Desa Langere adalah pembudidaya rumput laut.

“Boleh dikata 98 persen masyarakat Desa Langere itu adalah pembudidaya rumput laut,” kata salah seorang warga.

Dikatakan, rata-rata masyarakat Desa Langere yang masih berusia produktif tidak lepas dari membudidaya rumput laut.

Dengan adanya program kampung budidaya, ia berharap Desa Langere bisa dinobatkan sebagai kampung budidaya.

BACA JUGA:  Pria Asal Jawa Barat Keliling Indonesia Naik Motor Honda Astrea Legenda, Megi Prawiro: Finis di Kota Mekkah

“Jika Langere menjadi kampung budidaya, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ucapnya.

Ia berbicara seperti itu bukan tanpa alasan, dengan melihat telah dimulainya proses pembangunan jembatan yang menghubungkan Langere-Tanah Merah, yang melalui hutan mangrove di desa tersebut. Ia melihat, jembatan itu nantinya akan menjadi salah satu ikon Kabupaten Butur.

Tidak menutup kemungkinan ketika Langere menjadi kampung budidaya dan dengan adanya dua ikon Butur di Desa Langere, berarti tidak menutup kemungkinan kedepan Langere sebagai sentaral wisata mangrove.

“Jadi harapan kami untuk membantu kami mengawal agar Desa Langere itu bisa dinobatkan sebagai kampung budidaya,” harap warga.

Sementara itu Nasri mengatakan, terkait pengadaan bantuan tali bagi petani rumput laut. Ia mengaku, tidak akan menunggu APBD.

Nasri akan mengupayakan sesuai kemampuannya dan meminta kepada Kepala Desa Langere yang turut mendampinginya, untuk mendata warganya yang membutuhkan bantuan tali tersebut.

“Yang mampu saya lakukan akan saya lakukan,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Butur itu.

BACA JUGA:  DPRD Butur Menyetujui Rancangan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2022 

Selanjutnya terkait Langere menjadi Kampung Budidaya, Nasri mengatakan, secara topografi Langere sangatlah tepat kalau dijuluki sebagai kampung budidaya.

“Kita sama berharap, untuk kemudian Desa Langere ini dijadikan kampung budidaya,” kata Nasri.

Nasri menambahkan, Desa Langere akan menjadi kampung budidaya kalau itu melekat dalam hati dan niatan tulus untuk membangun Kabupaten Butur, salah satunya di Desa Langere.

Nasri menerangkan, hal itu butuh upaya pemerintah secara kongkrit, sehingga nantinya akan muncul sebuah realita bahwa Desa Langere akan menjadi kampung budidaya.

“Kalau kita mampu rebut julukan itu, luar biasa. Tidak hanya sekedar simbol atau nama, tetapi itu barengan dengan nilai anggaran untuk diturunkan di desa yang bersangkutan,” ujar Nasri.

Usai mendengarkan aspirasi warga Desa Langere, Nasri melanjutkan perjalanannya di Desa Bumi Lapero, Kecamatan Kulisusu Barat untuk melakukan hal yang sama.

Didesa Lapero, Salah seorang warga mengatakan, masyarakat Desa Bumi Lapero saat ini memerlukan perbaikan infrastruktur jalan Karena akses jalan menuju Desa Bumi Lapero tidak layak dilewati kendaraan saat musim hujan.

“Kan selama ini, di desa kita ini pemerintah daerah tidak diperhatikan. Artinya, jalan lingkungan desa kita hancur saat ini, kalau musim hujan tidak bisa lewat motor apalagi mobil,” beber salah seorang warga Desa Bumi Lapero.

BACA JUGA:  Menikmati Keindahan Wisata Alam Pantai Marina Semarang

Menanggapi keluhan masyarakat, Nasri mengatakan jika persoalan infrastruktur jalan berada dibawah pengawasan Komisi III DPRD Butur. Dirinya akan mendiskusikan hal itu dengan para anggota Komisi III untuk dicarikan solusinya.

“Hari ini saya mengunjungi Desa Bumi Lapero untuk mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat. Dari keluhan-keluhan itu, akan saya tampung sebagai aspirasi masyarakat untuk saya perjuangkan,” tandasnya.

 

Laporan: Redaksi.

Total Views: 601 ,

Comment