Setelah Genpan Sultra, Kini AMPK Sultra Adukan PT. AMM ke Kejari Konawe

Yus Asman

KONAWE, Sibersultra.id – Aliansi Masyarakat Pejuang Keadilan Sulawesi Tenggara (AMPK) Sulawesi tenggara (Sultra) laporkan dugaan ilegal mining yang dilakukan PT. Arumi Mining Mineral (AMM) ke Kajaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Konawe, pada, Rabu (09/08/2023).

PT. AMM adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yang beroperasi di blok Morombo Kabupaten Konawe Utara (Konut).

AMPK Sultra menemukan bahwa PT. AMM telah melakukan sederet dugaan pelanggaran dari penambangan yang tidak memiliki izin. Yaitu lokasi penambangan di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Produksi (HP) PT. AMM diduga tidak memiliki izin sama sekalipun dalam menjalankan aktifitas pertambangan.

Ketua Bidang Investigasi AMPK Sultra, Rafliyanto menyampaikan bahwa PT. AMM dinilai kebal hukum, dikarenakan telah melakukan beberapa pelanggaran hukum namun masih saja dengan berani melawan hukum, melakukan aktifitas pertambangan di blok Morombo tanpa izin dan diduga juga telah merambah kawasan hutan tanpa izin.

BACA JUGA:  Cegah Kenaikan Harga Komoditas di Butur, TPID Sultra Gelar Rakoor Bersama

“Hasil investigasi kami dilapangan kami menemukan adanya beberapa laporan masyarakat setempat bahwa PT. AMM telah lama melakukan aktifitas penambang di kawasan blok morombo hingga telah beberapa kali melakukan aktifitas pengapalan,”ucap Rafli, kepada Sibersultra.id, Rabu (09/08/2023).

Rafli juga menyampaikan bahwa PT. AMM dalam memuluskan proses pertambangannya diduga di back up oleh Oknum-oknum dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Kemudian, dalam proses penjualan hasil tambang yang dilakukan oleh PT. AMM diduga kuat menggunakan dokumen dari perusahaan lain atau biasa di sebut dengan dokumen terbang (Dokter) tentunya hal tersebut adalah perbuatan secara melawan hukum.

BACA JUGA:  Terkait Kasus Bimo Intimidasi Wartawan, Kabid Irba Dinas PSDA Cilacap Bantah Terlibat

“Kami juga menemukan bahwa demi mengelabui APH, PT. AMM dalam menghilangkan jejak pada hasil pertambangannya, menyimpan hasil pertambangannya di perusahaan lain yang memiliki izin resmi,” bebernya.

Maka dari itu, AMPK Sultra meminta agar Kejari konawe segera membentuk tim investigasi guna memeriksa direktur PT. AMM atas dugaan tindak pidana pada proses pertambangan yang diduga ilegal.

“Kami akan menggelar aksi unjuk rasa dalam mempresur laporan kami sampai sejauh mana prosesnya dilaksanakan oleh Kejari Konawe,” tegasnya.

Sebelumnya pernah diberitakan, Generasi Pemuda Anoa Sulawesi Tenggara (Genpan Sultra) bertandang ke Kejaksaan Negeri Konawe guna melaporkan dugaan ilegal mining yang dilakukan PT. Arumi Mining Mineral (AMM),pada, Jumat (04/08/2023) lalu.

BACA JUGA:  Diduga Ancam Wartawan, Ini Tanggapan Kepala BKPSDM Butur Alimin

Untuk diketahui, SMPK Sultra Bersama Genpan Sultra akan menggelar unjuk rasa bersama pada hari senin depan terkait PT. AMM diduga tidak memiliki izin.

Laporan: Redaksi.

Total Views: 607 ,

Comment