Skandal Hukum: Oknum Caleg Aceh Tenggara Kabur Bawa Anak Usai Kalah Persidangan

Yus Asman

SIBERSULTRA.ID, Aceh Tenggara – Seorang Oknum Calon Anggota Legislatif dari salah satu Partai Politik di Aceh Tenggara, inisial RIS, dianggap tidak taat hukum dan meremehkan putusan pengadilan syar’iyah setempat.

Herman Nasution M.H, kuasa hukum Tarmizi bin Adi Arigo, ayah kandung anak tersebut, mengonfirmasi langsung peristiwa ini. Perebutan Hak Asuh Anak, Sidang Menentukan Kemenangan Mizi.

Sidang perebutan hak asuh anak antara Mizi dan Re berawal dari penutupan akses Mizi untuk bertemu anaknya. Re dianggap tidak pantas mengasuh anak karena kebiasaan dugem malamnya.

BACA JUGA:  Ops Pekat, Polsek Weleri Sita Puluhan Botol Minuman Keras

“Nenek (mantan ibu mertua) yang juga Kabid di salah satu kedinasan di Aceh Tenggara menyebut anak sebagai “anak yatim”, meskipun ayahnya masih hidup,”ujar Herman Nasution, Jumat (09/02/2024).

Setelah persidangan menentukan kekalahan RIS (tergugat) dan menegaskan kewajiban untuk mematuhi putusan pengadilan. Kabur ke Banda Aceh. Melanggar Teguran Pengadilan

Namun, pada tanggal 8 Januari 2024, RIS kembali tidak mematuhi perintah pengadilan untuk memberikan akses anak kepada ayahnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT Ke-78 RI

Akibatnya, terjadi eksekusi paksa yang melibatkan kepolisian dan pengadilan syar’iyah Aceh Tenggara. Pada 7 Februari 2024, RIS diduga melarikan diri ke Banda Aceh membawa anaknya.

Adv. Herman Nasution, mengecam tindakan RIS atau Re yang dianggap merendahkan hukum dan tidak pantas untuk dijadikan contoh, terutama sebagai calon anggota legislatif yang seharusnya memberikan teladan kepada masyarakat. Hal ini harus menjadi perhatian bagi masyarakat dalam memberikan suara pada pemilihan kedepan.

BACA JUGA:  4 Nelayan di Konsel Ditembak, 1 Tewas Ada Luka Sayatan Besar di Tubuh Korban

Laporan: RI-1

Total Views: 806 ,

Comment