Tanggapi Berita Kapolresta Kendari Yang Tidak Mau Melayani Wartawan selain Wartawan PWI, Ini Kata Penasehat Hukum PPWI

Yus Asman

JAKARTA, SiberSultra.id – Kapolresta Kendari Kombes Pol M. Eka Faturrahman kebakaran jenggot usai Tim penasehat hukum Pengurus Persatuan Perwarta Warga Indonesia (PPWI) ancam akan mengajukan permohonan ke Polda Sultra pelimpahan kasus korban penikaman yang dialami Obetran hingga nyaris merenggut nyawanya.

” Dalam waktu dekat ini kami akan menyurat ke Polda Sultra, bila kasus korban penikaman Obetran tidak ditindak lanjuti Polresta Kendari, “tegas Ujang Kasasih Tim penasehat Hukum PPWI melalui pesan whatsapp yang diterima Redaksi kumbanews, Sabtu ( 17/06/2023).

Akibatnya pernyataan tersebut, dengan langkah cepat Kapolresta Kendari membuat berita tandingan ke beberapa media online yang ada di kota Kendari dan membantah semua tudingan bahwa Polresta kendari diduga lindungi pelaku penikaman.

“Seharusnya Kapolresta Kendari mengarahkan Kasatnya untuk menuntaskan perkara ini dan membuat gelar kasus, agar supaya kasus tersebut tuntas. Jangan malah membuat berita tandingan untuk mencari pembenaran. Karena kita berbicara fakta, bukan berita setingan yang di buat oleh Polresta melalui Kasat Reskrimnya,”Ucap Ujang Kosasih.

BACA JUGA:  Terkait Penindakan Pelaku Bisnis Pasir Silika Ilegal, Ketua DPC PPWI Lamtim Minta APH Jangan Tebang Pilih

Sementara di konfirmasi terkait kasus tersebut Kapolresta kendari, Eka Faturrahman, mengatakan kepada wartawan kumbanews untuk berurusan dengan Kasat Reskrim. Karena secara teknis Kasat Reskrim yang lebih paham.

“Silahkan datang ke kantor temui Kasat Reskrim, karena kasus itu yang paham dia, ” kata Eka melalui pesan whatsapp, Sabtu (17/06/2023).

Lanjut, Eka Faturrahma juga tidak akan memberikan keterangan bila wartawan tersebut tidak dibawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

“Dan mohon maaf anda dari media mana? wartawan PWI atau bukan, saya tidak akan memberikan keterangan bila media anda tidak termasuk dalam Dewan PERS,” ucap Eka melalui pesan whatsapp.Sabtu (17/06/2023).

Setelah dirinya menolak memberikan pernyataan, Eka kemudian memblokir nomor whatsapp Redaksi kumbanews namun, sebelumnya dirinya sempat mengirim link berita beberapa media online dimana ditulis dirinya dengan tegas membantah tudingan tersebut.

BACA JUGA:  Wabup Butur Pimpin Rapat Persiapan Perayaan HUT RI ke 78

Disamping itu, kata Ujang Kosasih bahwa Kapolresta Kendari Kombes Pol M Eka Faturrahman, menyebut tidak akan melayani media Online yang tidak bergabung di PWI.

Lanjut, kata Ujang Kosasih, seharusnya Kapolresta Kendari harus lebih giat lagi belajar beretika dan menghargai wartawan yang bertanya pada dirinya terkait perkara penganiayaan warga yang hampir merenggut nyawa.

“Sudah 7 bulan kasus tersebut tidur di Polresta Kendari, kan wajar wartawan konfirmasi ke Kapolres, eh malah balik nanya anda wartawan dari mana,” heranya.

Sementara itu, Menanggapi Berita Kapolresta Kendari yang tidak mau melayani wartawan selain wartawan PWI, Ujang Kosasih sebaiknya Kapolresta Kendari mengajukan pengunduran diri dari anggota Polri.

BACA JUGA:  Tolak Perpecahan Jelang Pemilu, Ratusan Mahasiswa Turun ke Jalan Suarakan Dukung Pemilu Damai 2024

“Sebab pernyataannya itu sangat menyinggung jutaan wartawan di indonesia, memang nya dia siapa,” tegasnya. p

Terkahir, Ujang kosasih menjelaskan polisi itu pelayan masyarakat jadi jangan berlaga seperti Raja, Kapolri aja santun dan bijak bila melayani wartawan dan gak pernah bertanya anda dari media mana.

“Ini Kapolresta Kendari sangong bener,”pungkasnya.

Laporan : Redaksi.

Total Views: 702 ,

Comment