Daerah  

Terkait Ilegal Fishing Pelaku Pengeboman Ikan, Ini Tanggapan Kadis Perikanan Butur

Yus Asman

BUTON UTARA, SIBERSULTRA.ID – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Utara (Butur) Provinsi Sulawesi tenggara (Sultra) La Ode Muhamad Said SP,MP menanggapi terkait Maraknya pelaku ilegal fishing atau pengeboman ikan yang terjadi di pesisir pantai Kecamatan Kulisusu Utara kabupaten Butur.

Kadis Perikanan Butur Said mengungkapkan perlu diketahui bahwa terkait tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) pengawasan bagi pihak pelaku ilegal fishing bukan gaweang pihak dinas perikanan tetapi sudah menjadi kewenangan Provinsi.

“Berdasarkan Undang-undang 23 tahun 2014 pasal 27 bahwa Daerah provinsi diberi kewenangan untuk mengelola sumber daya alam di laut yang ada di wilayahnya,” kata said kepada sibersultra.id saat dihubungi Via WhatsApp.Rabu (21/9/2022).

BACA JUGA:  Gelar Safari Ramadhan di Masjid Babut Taqwa, Bupati Butur Ajak Masyarakat Kuatkan Komitmen dan Kebersamaan

Maka dari itu, kata dia, Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa pihak Pemerintah Daerah lakukan pembiaran atau tidak mau tau terkait maraknya ilegal fishing pengeboman ikan di Butur.

“Insyaallah kami dari dinas perikanan akan berusaha semaksimal mungkin bekerja sebaik mungkin untuk kepentingan daerah ini sesuai dengan tugas dan kewenangan kami,” terangnya.

Ia mengaku bahwa dinas perikanan hanya bisa membantu provinsi dalam mengawasi Sumber daya alam di laut salah satunya membentuk Kelompok Pengawasan Masyarakat atau disingkat Pokmaswas.

BACA JUGA:  GPM Sultra bersama Ombusman RI Gelar Dialog Interaktif Bahas Perkembangan Daerah

“Kita libatkan masyarakat yang punya kepentingan dengan laut dengan tujuan untuk membantu provinsi terkait pelestarian laut,” tambahnya.

Menurutnya, Dengan begitu pelan-pelan masalah-masalah pengemboman ikan bisa terjaga, karena pihaknya tidak mempunyai kewenangan tetapi hanya bisa membantu dengan cara melibatkan masyarakat.

“Pokmaswas ini sudah hampir semua kecamatan yang ada di Butur terbentuk diantaranya di Kecamatan Kulisusu, Kulisusu Utara, Wakorumba Utara dan Bone Gunu,” tutupnya.

BACA JUGA:  Tekan Inflasi, Pemkab Sinjai Bersama Kemendagri Menggelar Rakor Pengendalian

 

Laporan: Man.

Total Views: 664 ,

Comment