News  

Terkait Pemotongan Gaji Honorer di Puskesmas Wakorut, Kusmayanti Angkat Bicara

Yus Asman

SiberSultra.id, Buton Utara – Terkait Pemberitaan disalah satu media online tentang dugaan telah dilakukan Pemotongan Gaji honorer di Puskesmas Wakorumba Utara (Wakorut) Kabupaten Buton Utara, Kepala Puskesmas (Kapus) Wakorut Kusmayanti angkat bicara.

Pasalnya Pihaknya tidak melakukan pemotongan gaji tenaga honorer melainkan itu sudah sesuai dasar aturan dan kesepakatan bersama seluruh staf honorer puskesmas Wakorut, dimana gaji tenaga honorer dibayarkan sesuai kehadiran.

Dalam Surat Kerja (SK) point tiga menjelaskan Pegawai kontrak berhak menerima jasa kerja yang dapat dibayarkan dengan ketentuan tingkat kehadiran maximal 80 Persen, di bawah 80 persen tidak akan dibayarkan oleh daerah.

Selain dari pada point’ ketiga dalam SK tersebut, tenaga honorer yang ada di puskesmas Wakorut sudah berunding dan telah melakukan kesepakatan bersama terkait gaji dibayarkan sesuai kehadiran dan kinerja.

Hal itu disampaikan oleh Kapus Wakorut Kusmayanti kepada awak media SiberSultra.id pada.Sabtu (11/6/2022).

Kapus Wakorut Kusmayanti yang baru menjabat sebagai kapus di bulan April 2022 ini mengungkapkan masih memberikan kebijakan walaupun terkadang kehadiran tidak maximal 80% tetap diberikan hak bagi para tenaga honorer dimana dibayarkan sesuai kehadiran.

BACA JUGA:  Polri Gelar Rakor Operasi Mantap Brata 2023-2024

“Saya masih berikan kebijakan walaupun tidak mencapai 80 persen saya tetap berikan haknya dan Pemotongan gaji honorer dikembalikan atau dibagi kepada teman-teman yang kehadirannya 80 persen sesuai yang telah disepakati bersama,”kata Kusmayanti

lebih lanjut dirinya menjelas pada saat rapat Kata dia, sudah melakukan atau mengimbau kepada teman-teman tenaga honorer agar kerajinanya lebih ditingkatkan, disamping demi memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat selain itu juga agar tidak terjadi pemotongan gaji parah tenaga honorer.

“Oleh karenah itu saya adakan rapat dengan semua tenaga honorer untuk mereka yang kehadirannya tidak mencapai 80 persen dan akan diberikan untuk bonus mereka sendiri, kemudian untuk sisa honor saya sudah tanyakan kepada mereka apa mau saya bawah pulang ke kas daerah tetapi teman-teman honor tidak ada yang mau, dan mereka juga sepakati diberikan kepada tenaga honorer yang rajin, “ujarnya

Karena menurut Kapus Wakorut jika tingkat kehadiran mereka tidak merata. Kemudian dibayarkan gaji seragam takutnya nanti Akan menimbulkan persepsi tidak baik disesama tenaga honorer.

BACA JUGA:  Kombes Polisi Djoko Wienartono Resmi Jabat Kabidhumas Polda Sulteng

Disisi lain tenaga Honorer bidang Perawat P3K Ritno Mardiman mengungkapkan terkait pemotongan gaji honorer itu tidak menjadi persoalan karena bukan hanya kali ini, tetapi sudah dari tahun-tahun yang lalu dan itu memang sudah disepakati bersama.

“Dan untuk yang dipotong gajinya itu memang orang yang memang jarang masuk kantor atau kehadiran tidak mencukupi. dalam SK acuhanya di bawah 80 persen tidak bisa terima Honorer tetapi kami salut kapus masih memberikan kebijakan sesuai kesepakatan kami dan permintaan staf untuk meminta kebijakan,”kata Ritno kepada media sibersultra.id

Dengan adanya tindakan salah satu rekan kami yang melakukan pemberitaan terkait pemotongan gaji tersebut, sangat merasa di rugikan karena pemotongan gaji itu kita sudah lakukan rapat kesepakatan bersama.

“Karena kami takutnya jangan sampai kapus kami tidak lagi memberikan kebijakan bagi tenaga honorer yang malas masuk,”tutupnya

Di waktu yang sama staf honorer Puskesmas Wakorut selaku tenaga kesehatan perawat Mimin Awaliyah membenarkan adanya kesepakatan tersebut dimana dibayarkan harus sesuai kehadiran.

“Jumlah hari kerja kami dalam sebulan itu 26 hari jika dalam sebulan tidak masuk kerja selama 26 hari maka gaji kami tidak akan dibayarkan dan itu sudah hasil kesepakatan kami bersama dalam rapat,”jelasnya

BACA JUGA:  Pada Pembacaan Pledoi Wilson Lalengke, Tim PH Minta Majelis Hakim Bebaskan Terdakwa dari Segala Dakwaan JPU

Dengan begitu itu ia meminta khususnya kepada masyarakat kabupaten Buton Utara terkait pemberitaan yang menyebutkan pemotongan gaji honorer di Puskesmas Wakorut agar jangan terprovokasi dengan sebuah isu yang belum benar kebenarannya.

“Karena kami sudah lakukan pertemuan, dimana gaji honorer dibayarkan sesuai kehadiran sebagaimana yang sudah di sepakati bersama seluruh staf honorer puskesmas wakorut dalam rapat,”pungkasnya

 

Laporan : Man

Total Views: 333 ,

Comment