Tipidkor Satreskrim Polres Butur Imbau Para Pengguna Anggaran Agar Berhati-hati Dalam Mengelolanya

Yus Asman
Ketgam: Oknum mantan Pj Kades saat di bawah kembali ke sel tahanan usai menggelar Konferensi pers terkait dugaan tindak pidana korupsi DD tahun anggaran 2020 di Mapolres Butur. Selasa (11/07/2023). Foto:Redaksi/sibersultra.id.

BUTON UTARA, Sibersultra.id – Kasat Reskrim AKP Juwanto berpesan melalui unit tipidkor satreskrim Polres Kabupaten Buton Utara (Butur), menghimbau kepada pengguna anggaran dilingkup pemerintah daerah (Pemda) Butur agar berhati-hati dalam melakukan pengelolaan anggaran.

“Dalam melakukan pengelolaan anggaran agar mengutamakan asas manfaat buat masyarakat, Terkhususnya bagi para Pejabat Kepala Desa yang baru diangkat,” kata Kanit Tipidkor Aipda Fajar saat menggelar Konferensi Pers terkait dugaan tindak pidana korupsi DD Laeya tahun 2020 di Mapolres Butur, Selasa (11/07/2023).

Bukan tanpa sebab, Aipda Fajar mengungkapkan untuk pengguna anggaran terkait kasus tindak pidana korupsi penggunaan Dana Desa (DD) sudah terjadi untuk kedua kalinya selama adanya polres Butur.

BACA JUGA:  Ratusan Oknum Pesilat Berhasil Diamankan Polres Jombang Imbas Bikin Onar

“Dengan adanya perkara ini para pengguna anggaran agar dapat menjadi perhatian serius,”terangnya.

“Semoga dengan himbauan ini bisa dioles untuk kemajuan daerah kabupaten Butur,” harapnya.

Fajar mengaku kedepan pihaknya akan terus bekerja untuk melakukan observasi dan pemantauan terkait dengan adanya penggunaan APBD,APBN, DAK maupun DAU.

“Kedepannya kami tetap akan bekerja untuk melakukan observasi dan terus lakukan pemantauan,”tegasnya.

Menurutnya, hal itu guna untuk mengurangi angka kasus tindak pidana korupsi disamping itu agar daerah kabupaten butur bisa tampil juga di kanca tingkat provinsi bahwa daerh ini siap dibangun.

BACA JUGA:  Peringati Hari Pahlawan, Polres Butur Gelar Khitanan Massal

Kemudian Aipda Fajar mengatakan terciumnya adanya dua kasus terkait dugaan tindak pidana korupsi Anggaran DD Ini, merupakan langkah polres Butur dalam hal ini Satreskrim untuk memberikan efek jera buat para pejabat yang kurang berhati-hati dalam mengelola anggaran.

“Termasuk para kepala desa. Karena banyak informasi laporan yang berkembang,” ucapnya.

Terakhir dirinya mengatakan pihaknya tidak ada henti-hentinya akan selalu menunjukan diri untuk selalu memberikan pencerahan atau pemahaman tentang bahaya korupsi.

BACA JUGA:  Pimpin Apel Pelepasan BKO PAM Porprov di Buton, Ini Arahan Kapolres Butur

“Mudah-mudahan ini merupakan kasus terakhir tindak pidana korupsi dilingkup pemerintah daerah Butur,”harapnya.

Laporan: Man.

Total Views: 1343 ,

Comment