UPTD Museum Bersama DIKBUD Muna Sukses Gelar Kegiatan Penetapan Cagar Budaya

Yus Asman

RAHA, SIBERSULTRA.ID – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Bersama Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) Kabupaten Muna menyelenggarakan kegiatan Kajian Koleksi Museum dan Penetapan Cagar Budaya yang berlangsung di gedung Barugano Wuna, Kota Raha. Kamis (23/2/2023).

Kegiatan Kajian Koleksi Museum dan Penetapan Cagar Budaya dipandu oleh moderator Hadi Wahyudi, yang juga merupakan Kepala Museum Barugano Wuna.

Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Muna, Samaul Bait mengatakan, selama berdirinya Kabupaten Muna, belum ada satu situs cagar budaya yang ditetapkan.

Menurutnya, momentum ini sangat baik dan hasilnya tidak hanya akan ditetapkan sebagai situs cagar budaya kabupaten, tapi juga akan dilanjutkan ketingkat yang lebih tinggi baik ditingkat provinsi, nasional maupun internasional.

Sementara itu, tim TACB Dr. Sahrun mengatakan, sampai dengan hari ini pihaknya hanya mampu menyelesaikan 4 usulan.

BACA JUGA:  Raperda APBD-P Butur Tahun Anggaran 2022 Telah Disetujui DPRD

“Diantaranya Kawasan Benteng Kotano Wuna, Kawasan Lia Ngkobhori, Struktur Kantinu Loghia dan Gedung Kantor Kehutanan Muna,” jelasnya.

“Dari 17 situs yang didaftarkan InSya Allah dalam dua hari ini kita bisa menyelesaikan seluruhnya,” sambungnya.

Diwaktu yang sama Rektor UKPM, Usman Rianse, mengatakan bahwa pada prinsipnya semua situs yg didaftarkan layak diusulkan untuk ditetapkan.

“Sebagai penguat, sebaiknya ditambahkan lagi beberapa “tula-tula” termasuk makalah yang berkaitan dengan situs yang dimaksud,” ungkapnya.

Pada momen itu pula ketua Kambawuna, Adi Munardi Kuti mengatakan bahwa keempat usulan yang telah dikaji dipandang sangat layak untuk ditetapkan karena semua persyaratan telah terpenuhi.

Ia mengaku, Hal ini berdasarkan ekspedisi yang dilakukan beberapa tahun ini dan didukung data Balai Pelestari Kebudayaan, Benteng Kotano Wuna dengan lingkaran 8.073 meter dan tinggi 2-4 meter dan ketebalan 2-6 meter yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Muna VII.

BACA JUGA:  Hadiri Pesta Panen Desa Waculaea, Wabup Butur: Lestarikan Budaya Sebagai Wadah Silaturahmi

“Itu yang menjadi yang paling pertama diusulkan,”tuturnya.

Saat berlansungnya kegiatan ini juga panitia tak lupa meminta tanggapan pada pakar kebudayaan Sultra, La Niampe, via Whatshapp yang mengatakan sangat mengapresiasi usulan rekomendasi penetapan cagar budaya di Muna khususnya Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Benteng kota Wuna, kawasan Lia Ngkobhori dan Kantinu.

“Apabila telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat Kabupaten, ketiga objek tersebut sangat berpotensi untuk ditingkatkan statusnya menjadi Objek Cagar Budaya (OCB) tingkat Provinsi dan Nasional bahkan bakal menjadi warisan dunia,” paparnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Muna Samaul Bait, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna Awal Jaya Bolombo, Modhino Tongkuno. Usman Rianse.

BACA JUGA:  Novel "Manusia Perahu Terakhir" Karya Erni Bajau Diluncurkan di Atas Kapal Dibuka oleh Wakil Menteri ATR BPN RI

Kemudian, Rektor Universitas Karya Persada Muna (UKPM), Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Muna, Perwakilan Balai Pelestari Kebudayaan SulSelTra.Ketua Komunitas Pemerhati Budaya Muna (Kambawuna), Adi Munardi Kuti,dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Muna, Dr. Sahrun.

 

Laporan: Redaksi.

Total Views: 491 ,

Comment