Viral Video Oknum Anggota KSDA Butur Diduga Lakukan Pungli Menyita Madu Warga, Ini Tanggapan Kepala Resort KSDA Wilayah Butur II

Yus Asman

SIBERSULTRA.ID, Buton Utara – Beredar sebuah Video yang diduga oknum anggota Konservasi dan Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah Buton Utara (Butur) II, Kecamatan Bonegunu, disebutkan melakukan Pungutan Liar (Pungli) dan juga mengancam masyarakat.

Dalam video yang beredar dan viral itu terlihat tiga oknum itu mengambil gula madu milik masyarakat sebanyak satu jergen yang ada di mobil open cup.

Ketiganya, melakukan pemalakan dan menyita gula madu milik masyarakat itu terjadi di tengah jalan ronta, maligano, pada, Minggu (21/01/2024).

“Hari ini hari sial ku belaeeee, di sita madu ku sama KSDA belaeeee, enak nya orang kaya begini di apain eeee, minta infonya teman-teman Facebook, apa kah sy salah karna saya suda mencari d wilaya tugasnya mereka, minta pendapat nya,” tulis Akun Her Din di akun Facebooknya.

Selanjutnya akun Her Din melalui akun Facebook menuliskan agar kejadian tersebut dibantu untuk di viralkan.

“Bantu di viralkan, dgn cara di bagikan ke kawan-kawan kalian, Teman-teman Facebook, mohon di bantu… Yah salam basudara,” tulis Her Din.

Video viral berdurasi 1 menit 30 detik itu mendapatkan banyak komentar hangat dari netizen khususnya pengguna media sosial.

Datang dari akun Al Askar, dalam komentarnya “Kepala KSDA sebelumnya pernah membagikan bantuan alat penangkap lebah. Kalau memang di larang tangkap juga yang pernah membagikan bantuan sebelumnya”.

BACA JUGA:  Gojukai Komda Sultra Sabet 17 Medali Pada Kejurnas Antardojo Jaksa Agung Cup I 

Kemudian, akun Suhar Gunti “Ini sudah seperti perampokan/pembajakan ada apa ini…mereka itu kan menyadap bukan dengan cara membunuh lebahnya pak !!!! Tolong waras sedikitlah pak mentang mentang bapak sebagai petugas negara seenaknya saja dengan kesewenang wenangan..entar nanti rakyat mengamuk pak”.

Saat di Konfirmasi, Kepala BKSDA Sultra, Sakrianto Djawi mengatakan Terkait viralnya video itu pihaknya sudah menerima laporan. Sementara yang bersangkutan akan mengklarifikasi.

“Oh iya itu sdh sy terima jg laporannya smntara ybs akan mengklarifikasi hal tsb..laporan klarifikasinya sdh d kirim k kami,” ucap Sakrianto kepada sibersultra.id melalui whatsappnya, Minggu (21/01/2024).

Adapun langkah selanjutnya, Kepala BKSDA Sultra ini masih menunggu laporan lengkap dari kepala SKW II atasan langsung Yang bersangkutan.

“Kt tunggu laporan lengkap dari lapangan, dari Ka.SKW II atasan langsung ybs,” ungkapnya.

Menurut Sakrianto, secara tidak langsung yang di rugikan adalah masyarakat pencari madu di butur karena yang melakukan pengambilan madu tanpa izin itu adalah masyarakat Lawele, Pasar Wajo.

“Yg di rugikan secara langsung adalah masyarakat pencari madu di Butur, krn yg melakukan pengambilan tanpa izin ini adalah dari masyarakat lawele pasar wajo,” jelasnya.

Kemudian, Berdasarkan klarifikasi Kepala Resort KSDA Wilayah Butur II, Yusri Batu yang diterima oleh BKSDA Sultra, mengatakan, Meminta permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Butur atas tindakan yang telah dilakukan bersama tim. Sebagaimana berita video yang telah beredar luas dan viral di masyarakat tentang penyitaan madu oleh pihak KSDA wilayah Butur II.

BACA JUGA:  Turnamen Bulutangkis HSN Cup 2023 Resmi Diselenggarakan, Ini Harapan Wabup Butur

Sehubungan dengan itu bahwa Yusri Batu tidak melakukan penyitaan terhadap seluruh madu yang bersangkutan Atas nama Herdin, tapi cuma mengamankan menyisihkan 1 jergen 5 liter dari jumlah total 14 jergen yang dimuat di mobil.

“Itu untuk bahan pelaporan kami. Dan barang tersebut masih utuh diamankan dikantor resort KSDA Butur II,” kata Yusri melalui klarifikasinya.

Yusri mengaku, sebagai tindak lanjut dari keluhan masyarakat lokal atau pribumi petani madu buton utara, khususnya wilayah kerjanya. bahwa jumlah pendapatan madu mereka disetiap musim semakin berkurang akibat banyaknya orang pencari madu dari luar daerah khususnya dari desa Lawele Kabupaten Buton yang datang mencari madu di wilayah Butur.

“Maka saya dan tim melakukan patroli rutin pengaman kawasan hutan di wilayah kerja kami,” jelas Yusri.

Lanjut, Yusri mengatakan, yang bersangkutan Herdin adalah bukan masyarakat asli buton utara tetapi berasal dari luar daerah yaitu desa Lawele Kabupaten Buton dan tidak memiliki lzin resmi melakukan kegiatan pemungutan hasil hutan berupa pengambilan madu dalam kawasan Konservasi SM Buton Utara, Kabupaten Buton Utara.

BACA JUGA:  Kejari Wakatobi Musnahkan BB 11 Perkara, Dari Sabu Hingga Bahan Peledak

“Herdin dan kawan-kawan nya sudah pernah di peringatkan bahkan diberikan pernyataan dan dalam keadaan sadar bertanda tangan untuk tidak mengulangi perbuatannya melakukan kegiatan berupa pencarian madu dalam Kawasan konservasi SM Buton Utara tanpa lzin resmi,” ucap Yusri.

“Dan surat pernyataan tersebut ada di arsip kantor kami sebagai bukti. karena hal ini sangat merugikan masyarakat petani madu lokal/pribumi berupa berkurang nya pendapatan mereka diaetiap musim madu,” sambungnya.

Terakhir, Yusri mengatakan, bahwa pihak KSDA telah membangun kemitraan dengan masyarakat lokal/pribumi Kabupaten Buton utara.

“Mitra tersebut dengan membentuk kelompok petani madu dan memberikan bantuan berupa bahan dan alat tangkap untuk para petani madu disetiap desa di Butur,” tutupnya.

Laporan: Redaksi.

Total Views: 9941 ,

Comment