Daerah  

Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, Pemda Butur Gelar Seminar Pendahuluan Penyusunan D3TLH 

Yus Asman

BUTON UTARA, SIBERSULTRA.ID – Guna untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi tenggara (Sultra) menggelar seminar pendahuluan penyusunan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH).

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sahrun Akri, berlangsung di hotel Sara’ea kecamatan Kulisusu.Kamis (27/10/2022).

Dalam sambutan Bupati Butur yang disampaikan oleh Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sahrun Akri, mengatakan Ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA) Secara Kuantitas ataupun Kualitas tidak merata, Sedangkan kegiatan pembangunan membutuhkan SDA yang semakin meningkat.

Selain itu, Kegiatan pembangunan juga mengandung resiko terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan. Kondisi Ini bisa Mengakibatkan Daya Dukung, Daya Tampung, Dan Produktivitas Lingkungan Hidup Menurun yang Pada Akhirnya Menjadi Beban Soal.

Sahrun Akri menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk berdampak kepada peningkatan laju pembangunan diberbagai sektor dalam rangka pemenuhan kebutuhan makhluk hidup.

BACA JUGA:  Melalui Kemah Wisata, Pemdes Kadacua Bersama Dinas Pariwisata Siap Rawat Pantai Membuku

Hal ini mengakibatkan kondisi hidup disejumlah kawasan diindikasikan menurun karena penggunaan SDA yang semakin meningkat, termasuk pemanfaatan ruang bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya.

“Disamping itu, laju pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur dan berbanding terbalik dengan ketersediaan sumber daya alam yang relatif tetap,” ucap Sahrun Akri.

Lanjut, Sahrun Akri menjelaskan Pemanfaatan SDA harus dilakukan secara bijaksana, dengan Memperhatikan Daya Dukung Lingkungan Hidup (DDLH) dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (STLH).

“Hal itu Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Untuk itu, Kata dia, Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup atau rangkaian upaya memelihara kelangsungan DDDTLH menjadi sangat penting dilakukan agar lingkungan hidup mampu memenuhi kebutuhan manusia dan mahluk hidup Lainnya Tanpa Menyebabkan Terjadinya Degradasi fungsi.

Menurutnya, tantangan utama dalam mengelola lingkungan hidup adalah mempertahankan keseimbangan antara upaya pemenuhan kebutuhan manusia akan sumberdaya alam dengan kemampuan lingkungan hidup untuk menyediakan sumberdaya alam agar dapat memenuhi kebutuhan manusia dan mahluk hidup lainnya.

BACA JUGA:  Hadiri Kegiatan Advance Training LK-III Hmi Sulsel, Wabup Sinjai Berikan Motivasi Kepada Adik-adik Mahasiswa

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, upaya mempertahankan keseimbangan tersebut harus dipandang bahwa selain untuk pemenuhan jangka pendek juga untuk menunjang kehidupan dimasa yang akan datang.

Untuk melakukan pengelolaan lingkungan hidup dengan baik, DDDTLH menjadi penting untuk diketahui, dipahami dan dijadikan sebagai dasar dalam melakukan perencanaan dan pemanfaatan sumberdaya alam, pengendalian pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup, serta pemeliharaan lingkungan hidup, maupun melakukan pengawasan dan penegakan hukum yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya alam.

Selanjutnya, dalam kaitannya dengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Buton Utara, Bahwa Pada Pasal 16 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup menyatakan bahwa kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan adalah salah satu muatan kajian dilakukan dalam kajian lingkungan hidup strategis (KLHS).

BACA JUGA:  Hadir Dalam Rapat PRB di Balikpapan, Ini Harapan Wakil Bupati Butur

KLHS wajib dibuat untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah atau Kebijakan, Rencana Program (KRP).

“Pemerintah daerah wajib melaksanakan KLHS dalam penyusunan atau evaluasi RTRW, RPJP dan RPJM serta KRP yang berpotensi menimbulkan dampak dan atau resiko lingkungan hidup,” tutup Sahrun Akri.

 

Laporan: Man

Total Views: 339 ,

Comment